comscore

Irjen Napoleon Disebut Ingin Beberkan Aktor Lain Kasus Suap Djoko Tjandra

Siti Yona Hukmana - 07 Oktober 2021 07:19 WIB
Irjen Napoleon Disebut Ingin Beberkan Aktor Lain Kasus Suap Djoko Tjandra
Irjen Napoleon Bonaparte/MI/Susanto
Jakarta: Terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte bakal membongkar aktor lain di kasus suap dan penghapusan red notice buron kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra. Upaya itu telah dilakukan Napoleon dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

"Iya kan pada waktu itu sudah diminta sama Pak Napoleon Bonaparte kepada hakim pengadilan negeri memeriksa perkaranya tersebut, tapi hakim tidak bersedia membuka itu," kata kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani, saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Oktober 2021. 
Napoleon memiliki rekaman suara percakapan antara dirinya dengan pengusaha Tommy Sumardi dan mantan Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. Rekaman suara itu yang hendak diputar di pengadilan, namun tak diizinkan majelis hakim. 

"Itu termasuk salah satu yang kita laporkan ke Komisi Yudisial (KY)," ujar Ahmad Yani. 

Menurut Ahmad Yani, KY tengah memeriksa seluruh dokumen dan bukti-bukti kliennya. Dia telah bersurat kepada KY untuk menanyakan kelanjutan laporan tersebut.  

Dia mengatakan ada tiga laporan yang dilayangkan ke KY. Pertama, dugaan majelis hakim menutup-nutupi perkara sesungguhnya. Sebab, majelis hakim tak mengabulkan permintaan Napoleon Bonaparte untuk memutar rekaman suara dalam persidangan. 

Baca: Irjen Napoleon: Aku Bukan Koruptor

Napoleon disebut ingin buka-bukaan karena dia dikenakan pasal tindak pidana korupsi. Dalam undang-undang itu, kata Ahmad Yani, terdakwa punya hak untuk menyatakan tidak bersalah dengan mengajukan pembuktian. 

"Salah satu pembuktiannya adalah rekaman pembicaraan itu. Di antara rekaman pembicaraan itu jelas pernyataannya Prasetijo, Tomy Sumardi, atas pertanyaan dari Prasetijo apa betul dia telah memberi uang kepada yang namanya Napoleon Bonaparte, dijawab tidak. Dia jawab tidak pernah dia menyerahkan uang," tutur Ahmad Yani. 

Sedangkan dalam persidangan, lanjut Ahmad Yani, hanya Tommy Sumardy yang mengetahui pemberian uang itu. Tak ada saksi lain maupun bukti pendukung. 

"Nah itulah yang kita laporkan kedua (ke KY), ternyata di dalam pertimbangan hakim dalam putusannya itu menyebutkan keterangan Tommy Sumardi didukung oleh saksi-saksi, dia sebut nama A, B, C. Itu yang kata kita memanipulasi fakta persidangan," ungkap Ahmad Yani. 

Kini, Irjen Napoleon masih menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung atas vonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. Irjen Napoleon yang saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri tak lagi mau tutup mulut. Dia mengaku ingin membongkar aktor lain dalam kasus suap itu. 

"Hari ini aku tunjukkan kepadamu bukti nyata itu, yaitu pengakuan orang yang telah diperalat untuk menzalimi ku, demi menutup aib mereka. Ini saatnya untuk bangkit, menyatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, apapun risikonya," kata Irjen Napoleon dalam surat terbukanya yang diterima Medcom.id, Rabu, 6 Oktober 2021.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id