34 Pimpinan Perusahaan Menjadi Tersangka Pelanggaran PPKM Darurat

    Siti Yona Hukmana - 09 Juli 2021 15:03 WIB
    34 Pimpinan Perusahaan Menjadi Tersangka Pelanggaran PPKM Darurat
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Polisi menjaring 35 perusahaan sektor nonesensial dan nonkritikal yang tetap beroperasi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Sebanyak 34 kasus perusahaan telah naik penyidikan dan telah ditetapkan tersangka, satu lainnya masih tahap penyelidikan. 

    "Siapa yang ditetapkan sebagai tersangka? Rata-rata pimpinan yang bertanggung jawab di perusahaan-perusahaan tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Juli 2021. 

     



    Yusri tidak membeberkan 34 perusahaan tersebut. Begitu juga identitas tersangka. Dia hanya memastikan 34 perusahaan itu bukan sektor prioritas selama PPKM darurat.

    Tim penegakan hukum tengah menyelidiki satu perusahaan lainnya yang terjaring operasi. Polisi terus memantau pergerakan perusahaan yang masih bandel saat PPKM darurat.

    Baca: Kemacetan Terjadi di Sejumlah Titik Penyekatan PPKM Darurat

    "Apabila kita temukan akan kita tindak tegas sampai dengan seperti ini. Ini upaya untuk memutus mata rantai penularan covid-19," ungkap Yusri.

    Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan karena masih banyak masyarakat melintasi titik penyekatan. Mereka beralasan harus bekerja dari kantor.

    Tim dari satuan tugas (satgas) penegakan hukum (gakkum) Polda Metro Jaya dan pemerintah daerah (pemda) bergerak. Sebanyak 35 perusahaan disegel dan diproses hukum.

    Sebanyak 34 di antaranya terbukti melakukan tindak pidana. Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id