Sudirman Said Dilaporkan ke Bareskrim Polri

    Candra Yuri Nuralam - 25 Maret 2019 18:45 WIB
    Sudirman Said Dilaporkan ke Bareskrim Polri
    Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. (MI/Rommy Pujianto)
    Jakarta: Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dan dua mantan pejabat ESDM dilaporkan ke Bareskrim Polri. Sudirman dilaporkan oleh Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska).  

    Koordinator Alaska, Adri Zulpianto, mengaku menemukan adanya dugaan korupsi yang dilakukan Sudirman dengan mantan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto. Dugaan korupsi yang dilakukan terkait tender Sorong Supply Services yang digelar BP Tangguh LNG SKK Migas. 

    "Kami sudah melaporkan hal ini ke Bareskrim Polri dan diterima oleh Direktorat Tipikor tadi," kata Adri di gedung Bareskrim Mabes Polri,  Jakarta Selatan, Senin 25 Maret 2019.

    Dia mengungkap, dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada 2015 lalu. Saat itu, SKK Migas memiliki proyek Shorebase Supply Services di Lamongan dan Gresik, Jawa Timur, dengan nilai proyek Rp541 miliar. Proyek tersebut digarap oleh PT Petrosea Tbk. 

    "Namun dalam perjalanannya telah dibatalkan sepihak oleh SKK Migas dengan dalih telah menerbitkan persetujuan tender di Sorong, Papua, pada Juni 2017," ujar Adri.

    Proyek Shorebase Supply Service yang berlokasi di Sorong, Papua, dituding telah 'bermain' sejak proses tender. Pihak panitia lelang diduga kuat mengarahkan perusahaan tertentu untuk jadi pemenang tender. 

    Dalam laporan itu, tiga perusahaan yang diduga terlibat yaitu PT Petrosea Tbk, PT Ekanuri, PT Prima Jasa Logistik (PJL) dan dimenangkan oleh PT Petrosea Tbk.

    "Anehnya pada saat tender baru, ada dugaan pihak Petrosea melaksanakan konstruksi fasilitas shorebase kurang lebih setahun lebih awal. Jadi ada dugaan kuat bahwa pihak BP sejak awal telah mengarahkan PT Petrosea untuk jadi pemenang proyek di Sorong," tutur Adri.

    Adri menilai, proyek yang diajukan Petrosea lebih mahal. Pasalnya, bila mengacu Shorebase Supply Services di Jawa Timur hanya memakan Rp541 miliar, sedangkan di Sorong mencapai Rp734 miliar. 

    "Akibatnya terdapat potensi kerugian negara yang tidak sedikit dalam proyek Shorebase Supply Services di Sorong, Papua sebesar Rp193 miliar," pungkas Adri.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id