• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kejaksaan Tak Istimewakan Ratna Sarumpaet

Golda Eksa - 09 November 2018 18:25 wib
Ratna Sarumpaet (baju biru) saat tiba di Mapolda Metro Jaya.
Ratna Sarumpaet (baju biru) saat tiba di Mapolda Metro Jaya. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta: Tim peneliti Korps Adhyaksa melalui Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta masih meneliti berkas tersangka penyebaran berita bohong (hoaks) Ratna Sarumpaet. Kejaksaan akan profesional dan tidak mengistimewakan perkara tersebut.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mukri mengatakan, berkas sudah dikirim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Penelitian berkas tahap satu itu diperkirakan rampung selama 14 hari kerja.
 
Ia belum mengetahui apakah bekas itu telah memenuhi syarat formil dan materil atau memang perlu disempurnakan. Jika dinyatakan lengkap, kepolisian akan melakukan pelimpahan tahap dua, yaitu tersangka dan barang bukti.
 
"Kasus itu akan kita proses seperti perkara pidana pada umumnya. Tidak ada yang istimewa. Pimpinan kejaksaan juga tidak memberikan atensi khusus," tandasnya.

Baca: Ratna Sarumpaet Depresi

 
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna sebagai tersangka penyebaran hoaks soal penganiayaan dirinya di Bandung, Jawa Barat. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 4 Oktober 2018.
 
Ratna disangkakan melanggar Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU ITE terkait penyebaran hoaks dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara. Pasal 14 UU 1/1946 juga menjelaskan tentang kebohongan yang menciptakan keresahan publik.



(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.