Agus Rahardjo Akui Minta Gaji Pimpinan KPK Naik

    Candra Yuri Nuralam - 03 April 2020 15:18 WIB
    Agus Rahardjo Akui Minta Gaji Pimpinan KPK Naik
    Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengakui sempat meminta penaikan gaji pimpinan saat menjabat. Penambahan uang bulanan itu dirancang untuk penggantinya. 

    "Kami (pimpinan KPK jilid IV) yang usulkan di bulan Juli 2019. Usulan kenaikan itu bukan untuk kami yang sedang menjabat, tapi untuk pimpinan yang akan datang (Ketua KPK Firli Bahuri), agar tetap menjaga dan meningkatkan integritasnya," kata Agus kepada Medcom.id, Jumat, 3 April 2020.

    Menurut dia, usulan penaikan gaji disampaikan saat keadaan negara sedang normal. Dia membantah permintaan penaikan gaji itu terjadi baru-baru ini saat virus korona (covid-19) mewabah.

    "Sekarang ini negara dan bangsa sedang berada dalam kondisi krisis dan darurat," ujar Agus.

    Dia meminta permasalahan ini tidak dibesar-besarkan. Masyarakat diharap mendukung KPK di bawah kendali Firli Bahuri yang tengah berjuang membantu negara melawan wabah virus korona.

    "Saat ini kita perlu berjuang bersama, bahu membahu, untuk segera bisa keluar dari  kondisi krisis. Jangan membahas kenaikan gaji dulu. Bahkan banyak contoh saat ini pejabat-pejabat negara yang menyumbangkan sebagian gajinya untuk partisipasi dalam rangka membantu menangani krisis," tutur Agus.

    Firli juga membantah sedang mengusahakan kenaikan gaji sampai Rp300 juta. Pimpinan KPK, kata dia, sedang sibuk mengawal dana penanganan wabah virus korona. Dia menekankan menolak usulan penaikan gaji. Masalah ini dianggap tak urgen.

    "Kalaupun ada usulan tentang hak keuangan pimpinan KPK, kami seluruh pimpinan meminta dibatalkan dan tidak dibahas," tutur Firli.

    Gaji pimpinan Lembaga Antirasuah diatur di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 29 Tahun 2006 tentang Hak Keuangan, Kedudukan Protokol, dan Perlindungan Keamanan Pimpinan KPK. Pasal 3 PP itu menyebut gaji ketua KPK Rp5,04 juta, sedangkan wakilnya Rp4,62 juta.
      
    Di samping gaji, ketua KPK mendapatan tunjangan jabatan Rp24,81 juta, sedangkan wakilnya Rp20,47 juta. Ada pula tunjangan kehormatan Rp2,39 juta untuk ketua KPK dan Rp2,13 juta untuk wakilnya. Mereka juga mendapatkan fasilitas lainnya setiap bulan.
     
    Agus Rahardjo Akui Minta Gaji Pimpinan KPK Naik
    Ketua KPK Komjen Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto

    Baca: Pimpinan KPK Didorong Sumbangkan 100% Gaji untuk Pasien Korona

    Pimpinan KPK menerima tunjangan perumahan Rp34,9 juta (wakil) hingga Rp37,75 juta (ketua). Tunjangan transportasi pimpinan sebesar Rp27,33 juta (wakil) hingga Rp29,54 juta (ketua). Jika ditotal, ketua KPK mendapatkan uang Rp99,53 juta per bulan, sedangkan wakilnya Rp89,45 juta.
     
    Secara tidak langsung, pimpinan KPK juga mendapatkan tunjangan asuransi kesehatan dan jiwa Rp16,32 juta. Selain itu, ada pula tunjangan hari tua Rp8,06 juta untuk ketua dan Rp6,8 juta untuk wakil ketua. Dua tunjangan ini dibayarkan langsung kepada lembaga terkait.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id