8 Fakta Sidang Perdana Penyerang Novel Baswedan

    Fachri Audhia Hafiez - 20 Maret 2020 08:52 WIB
    8 Fakta Sidang Perdana Penyerang Novel Baswedan
    Sidang terdakwa penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Foto: Medcom/Fachrie Audhia Hafiez
    Jakarta: Dua terdakwa penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, mulai diadili. Keduanya didakwa melakukan penganiayaan berat kepada Novel.

    Sejumlah fakta terungkap dalam sidang perdana yang beragendakan pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis, 19 Maret 2020. Persidangan terpisah untuk masing-masing terdakwa itu merunut peristiwa kejadian penyiraman air keras, hingga kekompakan pelaku tak mengajukan keberatan atas dakwaan.

    Berikut delapan fakta sidang dakwaan dua penyerang Novel Baswedan yang dirangkum Medcom.id;

    1. Kebencian kepada Novel

    Kasus ini bermula dari ketidaksukaan atau kebencian Rahmat kepada Novel. Rahmat menilai Novel telah mengkhianati dan melawan insitusi Polri.

    Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar tidak menjelaskan ketidaksukaan dimaksud. Termasuk, ada tidaknya kaitan dengan pekerjaan Novel sebagai penyidik Lembaga Antirasuah.

    Fedrik lalu menerangkan Rahmat pun berniat mencelakai Novel agar tidak dapat menjalankan tugas. Dia berusaha mencari alamat Novel melalui internet untuk menjalankan aksinya.

    Baca: 2 Penyerang Novel Didakwa Melakukan Penganiayaan Berat

    2. Dua Hari Mengintai Kediaman Novel

    Jaksa menyebut Rahmat dua hari mengamati kediaman Novel di Jalan Deposito Blok T, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rahmat menggunakan motor Ronny untuk mengamati situasi pada Sabtu, 8 April 2017. Aksi itu dilakukan pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

    Minggu, 9 April 2017, Rahmat datang lagi ke kawasan kediaman Novel. Masih menggunakan motor Ronny, Rahmat mencoba mempelajari rute masuk dan keluar kompleks perumahan tempat tinggal Novel.

    "Terdakwa telah merasa yakin serta dapat memastikan tempat kediaman saksi korban Novel," ujar jaksa.

    3. Cairan Air Keras dari Mako Brimob

    Rahmat diduga memperoleh cairan asam sulfat (H2SO4) dari pool angkutan mobil gegana Polri, Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Cairan itu didapat usai apel pagi di Satuan Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Depok.

    "Terdakwa Rahmat mendapatkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang tersimpan dalam botol plastik dengan tutup botol berwarna merah, berada di bawah salah satu mobil yang terparkir di tempat tersebut," beber jaksa.

    Rahmat membawa air keras ke tempat tinggalnya dan menuangkan ke dalam mug kaleng motif loreng hijau. Rahmat mencampur air keras dengan air, lalu menutupnya menggunakan mug. Setelahnya, dibungkus dan diikat menggunakan plastik berwarna hitam.

    4. Penyerangan Berbuah Petaka

    Rahmat dan Ronny menjalankan aksinya pada Selasa dini hari, 11 April 2017. Keduanya berhenti di Masjid Al-Ikhsan sambil menyiapkan cairan tersebut dan mengamati area sekitar kompleks perumahan Novel.

    Pukul 05.10 WIB, pelaku melihat Novel keluar dari masjid menuju tempat tinggalnya. Seketika itu, Rahmat menyampaikan kepada Ronny kalau ia akan memberikan pelajaran kepada seseorang.

    Ronny diminta mengendarai motornya pelan-pelan mendekati Novel. Rahmat menyiram cairan berbahaya itu ke badan dan wajah Novel.

    Perbuatan Rahmat dan Ronny membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

    5. Terancam 12 Tahun Bui

    Rahmat dan Ronny didakwa tiga pasal berlapis, yakni Pasal 355 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 353 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 351 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Pasal tersebut mengatur mengenai penganiayaan berat yang dilakukan terencana. Pasal tersebut mengatur hukuman penjara maksimal dua belas tahun.

    Baca: Dua Penyerang Novel Baswedan Terancam 12 Tahun Penjara

    6. Tak Mengajukan Eksepsi

    Rahmat dan Ronny kompak tak mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan. Keduanya menerima sekaligus mengakui perbuatannya telah melawan hukum.

    "Dia sudah gentle mengakui kesalahannya sampai diajukan di muka persidangan ini. Kalau enggak gentle, enggak kesatria, enggak maju ke persidangan," kata anggota tim penasihat hukum Ronny dan Rahmat, Edi Purwanto.

    Dengan begitu, agenda persidangan berikutnya langsung pada pembuktian saksi-saksi yang akan dihadirkan JPU. Sidang digelar kembali Kamis, 2 April 2020.

    8 Fakta Sidang Perdana Penyerang Novel Baswedan
    Sidang terdakwa penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Foto: Medcom/Fachrie Audhia Hafiez

    7. Hakim Minta Novel Jadi Saksi

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara meminta Novel Baswedan dihadirkan lebih awal dalam sidang pembuktian terkait kasus penyiraman air keras. Novel diminta bersaksi bersamaan dengan saksi pelapor.

    Saksi pelapor dimaksud ialah tetangga Novel, Yasri Yudha Yahya. Yasri menjadi saksi mata penyiraman air keras terhadap Novel.

    Majelis telah meneliti 22 saksi yang bakal dihadirkan jaksa penuntut umum. Seluruh saksi kemungkinan diperiksa bersamaan jika saling berkaitan.

    "Maka sesuai dengan ketentuan hukum acara yang harus dihadirkan adalah saksi korban, yang utama dulu adalah saksi pelapor dulu. Kedua Novel Baswedan, itu pada sidang pembuktian pertama," kata ketua majelis hakim Djumyanto saat persidangan.

    Baca: Hakim Minta Novel Dihadirkan di Sidang Pembuktian Awal

    8. Penyerang Novel Anggota Polisi

    Anggota tim penasihat hukum Edi Purwanto, mengakui bahwa Rahmat dan Ronny masih berstatus sebagai anggota polisi. Ronny dan Rahmat merupakan polisi aktif dari Satuan Gegana Korps Brimob Kelapa Dua, Depok.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id