Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Melanggar Konstitusi

    Fachri Audhia Hafiez - 14 Mei 2020 14:08 WIB
    Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Melanggar Konstitusi
    Ilustrasi BPJS Kesehatan. Antara/Galih Pradipta
    Jakarta: Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai keputusan pemerintah menaikkan kembali iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat berdampak tidak baik. Keputusan itu berpotensi dianggap melanggar konstitusi.

    "Jika itu disengaja, Presiden (Joko Widodo) bisa berbahaya. Karena itu dapat menjadi alasan sebagai pelanggaran konstitusi," kata Feri kepada Medcom.id, Kamis, 14 Mei 2020.

    Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

    Beleid anyar itu mengatur tentang perubahan iuran mengikuti putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020. MA sebelumnya membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang termaktub dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

    Feri menegaskan putusan MA bersifat final dan mengikat. Hal itu tercantum dalam Pasal 31 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung berbunyi, peraturan perundang-undangan yang dibatalkan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

    "Artinya dia tidak dapat digunakan lagi, termasuk tidak boleh dibuat lagi," ucap Feri.

    Baca: Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik Mulai Juli

    Feri meminta pemerintah jangan lagi membuat peraturan yang bertentangan dengan putusan MA. Sebab aturan yang dibuat kembali untuk obyek serupa sama dengan menentang putusan peradilan.

    "Putusan No 7/P-HUM/2020 itu tidak menghendaki problematika keuangan BPJS dibebankan kepada peserta, karena BPJS sendiri dianggap perlu membenahi manajemen, fraud, dan kecurangan peserta. Putusan itu juga melarang kenaikan di tengah dampak ekonomi global," jelas Feri.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id