DPR Jangan Ragu Terhadap Pengerdilan Kasus Jiwasraya

    Media Indonesia.com - 06 September 2020 07:04 WIB
    DPR Jangan Ragu Terhadap Pengerdilan Kasus Jiwasraya
    Pakar hukum pidana Yenti Garnasih. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.jpg
    Jakarta: Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Yenti Garnasih menilai DPR jangan ragu terhadap pengerdilan kasus PT Asuransi Jiwasraya (persero). Kejaksaan Agung dianggap telah menangani kasus tersebut dengan baik.

    “Sudah bagus penanganan oleh Kejaksaan Agung. Artinya, (DPR) enggak usah ragu kalau menurut saya. Saya juga ikut gelar perkara dua kali. Saya juga ikut memberikan analisis akademis. Sudah bagus, antara korupsi dan pencucian uangnya,” kata Yenti kepada Media Indonesia, Sabtu, 5 September 2020.

    Keraguan itu sebelumnya dilontarkan anggota Komisi III Taufik Basari atas temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) soal aliran dana Jiwasraya sebesar Rp100 triliun sejak Januari 2008-Agustus 2020.

    Berdasarkan temuan PPATK, kerugian Jiwasraya juga disebabkan adanya modus fraud atau penipuan yang diduga menguntungkan sejumlah pihak. Mulai dari perusahaan sekuritas, manajemen investasi, hingga pihak yang terafiliasi dengan emiten tertentu.

    Yenti pun mendorong Kejagung menelusuri temuan PPATK tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah aliran dana sebesar Rp100 triliun itu termasuk dalam pemberkasan atau temuan baru.

    “Saya kira kalau dari 2008 sampai sekarang sudah termasuk yang dulu juga. Mungkin ada penambahan-penambahan. Kalau gitu kan berarti, kita dorong, Kejaksaan Agung harus tuntaskan,” ujarnya.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id