Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Penimbunan Azithromycin di Jakbar

    Siti Yona Hukmana - 25 Juli 2021 10:05 WIB
    Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Penimbunan Azithromycin di Jakbar
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Polisi segera menggelar perkara kasus dugaan penimbunan obat Azithromycin dalam sebuah gudang di Kalideres, Jakarta Barat. Ekspose untuk menetapkan tersangka.

    "Secepatnya kita akan gelarkan," kata Kanit Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri kepada Medcom.id, Minggu, 25 Juli 2021.

     



    Fahmi belum dapat memastikan waktu gelar perkara. Namun, dia mengupayakan ekspose itu dapat segera dilakukan.

    "Sebelum gelar, kita koordinasi terakhir dengan kejaksaan," ujar Fahmi.

    Koordinasi itu akan dilakukan pada Senin, 26 Juli 2021. Dia akan berkoordinasi langsung dengan Kejaksaan bersama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono.

    Fahmi menyebut 15 saksi telah diperiksa dalam kasus itu. Terdiri dari 10 saksi dan lima ahli. Saksi ahli itu ialah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perdagangan, ahli Akademi Perdagangan, ahli pidana, dan ahli perlindungan konsumen.

    "Pihak Kementerian Kesehatan hari ini atau besok kita berita acara pemeriksaan (BAP), karena yang bersangkutan terakhir sedang dinas di Padang," ungkap Fahmi.

    Baca: Gelar Perkara Dugaan Penimbunan Obat di Kalideres Menunggu Kemenkes

    Fahmi mengatakan penyidik juga telah memeriksa salah satu direksi PT Handal. Perusahaan itu merupakan pemasok Azithromycin kepada PT ASA.

    Fahmi belum mau membeberkan hasil pemeriksaan tersebut. Hal itu masuk materi penyelidikan.

    Polisi juga akan memeriksa direktur PT Handal. Direktur yang tidak disebutkan identitasnya itu dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat pada Senin, 26 Juli 2021.

    Pihak PT Handal diperiksa guna mengetahui harga jual Azithromycin kepada PT ASA. Sebab, PT ASA mengaku menerima harga Azithromycin sudah di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

    Berdasarkan HET, harga Azithromycin 500 mg Rp1.700 per tablet. Namun, PT ASA menjual Rp3.350 per tablet.

    Sebelumnya, Reskrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek gudang dalam sebuah ruko di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Jakarta Barat, Senin malam, 12 Juli 2021. Gudang milik PT ASA diduga dijadikan tempat penimbunan obat penanganan covid-19, Azithromycin, paracetamol, dan dexamethason.

    Polisi menyita 730 boks Azithromycin 500 miligram (mg). Dalam satu boks berisi 20 tablet. Penimbunan diduga dilakukan sejak awal Juli 2021.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id