comscore

Kesehatan Tersangka Penimbun Azithromycin Diperiksa

Siti Yona Hukmana - 06 Agustus 2021 08:51 WIB
Kesehatan Tersangka Penimbun Azithromycin Diperiksa
Ilustrasi: Medcom.id
Jakarta: Polisi memeriksa kesehatan Direktur Utama (Dirut) PT ASA, YP, 56. Tersangka penimbun obat azithromycin di Kalideres, Jakarta Barat, diperiksa Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya. 

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Dokkes," kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Niko Purba saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Agustus 2021. 
Niko mengatakan pemeriksaan kesehatan itu untuk meyakinkan penyidik terkait YP yang mengaku memiliki penyakit saraf. Hal ini menjadi salah satu alasan polisi tidak menahan YP.

"Penyidik berkoordinasi dengan Dokkes untuk meyakinkan penyidik, apakah yang disampaikan benar," ujar Niko. 

Baca: Stok Obat Covid-19 di Sulsel Terbatas

Penyidik tidak menahan YP atas pertimbangan kesehatan. Dia hanya dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan (Selasa, 3 Agustus 2021) yang bersangkutan menyampaikan adanya gangguan kesehatan yang butuh pengobatan," ungkap Niko.

Sementara itu, polisi menahan tersangka lainnya, Komisaris Utama (Komut) PT ASA, S. Dia dikurung pada Kamis, 4 Agustus 2021, usai diperiksa pada Rabu, 3 Agustus 2021.

Kedua tersangka dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Tersangka terancam hukuman pidana lima tahun penjara. 

Kasus ini terungkap pada penggerebekan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat terhadap gudang di dalam ruko di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Senin malam, 12 Juli 2021. Gudang milik PT ASA diduga menjadi tempat penimbunan obat penanganan covid-19, azithromycin, serta obat lainnya, seperti parscetamol dan dexamethasone.

Penimbunan obat terjadi sejak Senin, 5 Juli 2021. Setiap ada permintaan barang, PT ASA mengaku tidak memiliki stok. PT ASA mengeluarkan obat itu ketika terjadi kelangkaan. 

PT ASA menjual obat penanganan pasien covid-19 di atas harga eceran tertinggi (HET) dari Kementerian Kesehatan. Berdasarkan HET, harga azithromycin 500 mg Rp1.700 per tablet. Namun, PT ASA menjual Rp3.350 per tablet.

Polisi menyita 730 boks azithromycin 500 mg. Dalam satu boks, ada 20 tablet. Obat-obatan itu dinilai dapat mengobati 3.000 pasien covid-19.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id