Pejabat KPK Sempat 'Menyidangkan' Anak Buah karena Curi Emas

    Candra Yuri Nuralam - 25 Juli 2021 00:39 WIB
    Pejabat KPK Sempat Menyidangkan Anak Buah karena Curi Emas
    Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mungki Hadipratikto mengaku pernah 'menyidangkan' IGA sebelum sidang etik. IGA ketahuan mencuri emas sitaan kasus korupsi.

    "Dilakukan konfirmasi langsung ke saudara IGA dengan disaksikan oleh pegawai lain saat itu," kata Mungki kepada Medcom.id, Sabtu, 24 Juli 2021.

     



    Mungki mengatakan 'sidang' itu digelar usai dirinya melihat IGA mencuri emas di ruang penyimpanan melalui rekaman CCTV. Setelah mengetahui hal itu, Mungki tidak langsung melapor kepada pimpinan maupun Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

    "Yang bersangkutan mengakui dan menyatakan tindakan tersebut adalah sepenuhnya inisiatif pribadi karena terlilit utang," ujar Mungki.

    Baca: Firli: Penanaman Nilai Antikorupsi Mencegah Anak Tersesat di Jalan Korupsi

    Dia mengamini langkahnya saat itu salah. Seharusnya, Mungki langsung melapor, bukan inisiatif sendiri 'menyidangkan' IGA.

    "Sebagaimana putusan Dewas terkait pelanggaran etik kemarin, saya sebagai salah satu insan KPK menghormati dan menghargai putusan tersebut," tutur Mungki.

    Mungki berjanji tidak akan mengulangi hal itu. Dia bakal bekerja sesuai prosedur dalam menjaga barang bukti kasus korupsi ke depan.

    Dewas KPK menyidangkan Mungki Hadipratikto. Dia dinyatakan melanggar etik karena tidak melaporkan tindakan IGA yang mencuri emas 1,9 kilogram.

    "Menghukum terperiksa dengan sanksi ringan berupa teguran tertulis dua dengan masa berlaku hukuman enam bulan," kata Ketua Majelis Etik Albertina Ho dalam sidang virtual di Jakarta, Jumat, 23 Juli 2021.

    Mungki dinilai mengetahui IGA mencuri emas sitaan untuk digadaikan. Namun, Mungki malah membiarkan tindakan IGA tanpa melaporkan ke pimpinan maupun Dewas KPK.

    "Terperiksa Mungki Hadipratikto bersalah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa tidak bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tidak melaporkan dugaan pelanggaran kode etik," ujar Albertina.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id