Terbukti Korupsi dan TPPU, Benny Tjokrosaputro Divonis Penjara Seumur Hidup

    Fachri Audhia Hafiez - 26 Oktober 2020 21:32 WIB
    Terbukti Korupsi dan TPPU, Benny Tjokrosaputro Divonis Penjara Seumur Hidup
    Terdakwa kasus korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Persero, Benny Tjokrosaputro. ANTARA/Galih Pradipta
    Jakarta: Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro alias Bentjok, divonis pidana penjara seumur hidup. Dia terbukti terlibat kasus korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS) dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    "Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan hukuman pidana penjara seumur hidup," kata Ketua Majelis Hakim Rosmina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020.

    Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Namun, Benny tidak dikenakan pidana denda Rp5 miliar subsider 1 tahun penjara seperti dalam tuntutan.

    Benny terbukti merugikan keuangan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS serta melakukan TPPU. Perbuatan itu dianggap telah memperkaya para terdakwa dan orang lain.

    Majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan hukuman. Hal yang memberatkan korupsi yang dilakukan Benny secara terorganisir dengan baik, sehingga sangat sulit terungkap.

    Benny menggunakan tangan lain dalam jumlah banyak dan nominee (pinjam nama). Bahkan terdakwa menggunakan KTP palsu untuk menjadikan nominee.

    Baca: Penuntutan Seumur Hidup Benny Tjokrosaputro Dianggap Terobosan Hukum

    Selain itu, perbuatan Benny dilakukan dalam jangka waktu lama dan menimbulkan kerugian negara. Dia menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk merusak pasar modal, serta menghilangkan kepercayaan masyarakat dalam dunia perasuransian.

    "Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, menjadi kepala keluarga. Namun terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Maka perlakuan sopan dan kepala keluarga hilang," ujar hakim.

    Benny dianggap melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

    Sedangkan pada perkara TPPU, dianggap melanggar Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

    Sementara itu, empat terdakwa lain dalam perkara yang sama juga telah menjalani sidang putusan. Keempatnya adalah eks Direktur Utama PT AJS, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo; eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS, Syahmirwan; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto. Seluruh terdakwa kompak dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id