Tersangka Kasus Waskita Karya Diduga Getol Memanipulasi Data Keuangan

    Fachri Audhia Hafiez - 13 Oktober 2020 21:33 WIB
    Tersangka Kasus Waskita Karya Diduga Getol Memanipulasi Data Keuangan
    ilustrasi/Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka. YAS diduga mengatur berbagai data keuangan dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek perusahaan pelat merah itu.

    "Tersangka YAS dikonfirmasi mengenai peran tersangka yang diduga memanipulasi berbagai data keuangan dalam proyek sub kontraktor fiktif  ini," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Pada pemeriksaan kali ini penyidik juga memeriksa Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin sebagai saksi. Wagimin diminta menjelaskan dugaan aliran uang yang diterima Yuly dan tersangka lainnya.

    Baca: Staf Keuangan Waskita Karya Dipanggil KPK

    Kemudian saksi mantan Komisaris PT Aryana Sejahtera Mohammad Hosen dikonfirmasi terkait kegiatan operasional dan kontrak PT Aryana Sejahtera dengan PT Waskita Karya. Ada dugaan kegiatan tersebut fiktif.

    KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara rasuah ini. Mereka ialah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana, dan mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

    Kemudian mantan Kepala Divisi II Waskita Karya Fathor Rachman bersama mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani serta Yuly. Para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya pada 2009 hingga 2015.

    Kelima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id