Kewenangan TNI dan Polri Dalam Penanganan Terorisme Harus Diperjelas

    Anggi Tondi Martaon - 10 November 2020 17:48 WIB
    Kewenangan TNI dan Polri Dalam Penanganan Terorisme Harus Diperjelas
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Kewenangan TNI dan Polri harus diperjelas dalam menindak aksi terorisme. Apalagi, TNI memiliki wewenang untuk kontraterorisme.

    "Dari dulu TNI juga punya suatu spesialisasi, salah satunya kontraterorisme," kata pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, kepada Medcom.id, Selasa, 10 November 2020.

    Tindak pidana terorisme bagian keamanan suatu negara. TNI dinilai memiliki tanggung jawab pada aspek tersebut.

    Salah satu acuan pelibatan TNI dalam kontraterorisme termaktub dalam pasal 7 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pelibatan TNI masuk kategori operasi militer selain perang (OMSP).

    Sehingga, menurut dia, kewenangan kedua institusi tersebut harus diperjelas. Kewenangan penindakan tindak pidana terorisme yang dilakukan TNI dan Polri tidak boleh tumpang tindih.

    "Ini soal bagaimana menegatur peran masing-masing supaya enggak ada ego sektoral dan kontradiktif di lapangan," ungkap dia.

    Baca: Target Penangkapan Terduga Teroris Bergeser

    Harits menyampaikan TNI bisa dilibatkan dalam kondisi khusus. Contohnya, mengejar teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM). Polri dianggap memiliki keterbatasan pada kasus ini.

    "Artinya enggak pernah dilatih untuk perang gerilya, enggak pernah dilatih untuk masuk gunung untuk mengejar target. Itu kan perannya TNI, relevan gitu loh," ujar dia.

    Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi I Syaifullah Tamliha. Selain menindak pelaku teroris yang berada di wilayah hutan atau pegunungan, TNI juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan di tengah masyarakat.

    "Sebab polsek (Polri) kan cuma sampai kecamatan. Kalau TNI kan sampai di desa," kata Tamliha.

    Politikus PPP itu mengungkapkan pengawasan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa). Sehingga, setiap pergerakan jaringan teroris bisa diidentifikasi sejak dini

    "Dia (babinsa) kan bisa mengidentifikasi bahwa orang ini baru masuk kampung ini, aktivitas seperti apa, maka Babinsa itu lah yang bisa memberikan (informasi)," ujar dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id