comscore

Soal Ujaran Kebencian SARA, Apakah Cukup Minta Maaf?

MetroTV - 26 Januari 2022 22:07 WIB
Soal Ujaran Kebencian SARA, Apakah Cukup Minta Maaf?
Tangkapan layar Metro TV
Jakarta: Kasus ujaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kian mencuat di Tanah Air. Teranyar, ujaran kebencian ini dilontarkan oleh publik figur secara terang-terangan.

Mereka adalah Anggota DPR Arteria Dahlan dan mantan calon legislatif (caleg), Edy Mulyadi. Namun, keduanya disinyalir telah mengungkapkan permohonan maaf.

 



Pengamat hukum pidana Asep Iwan Iriawan menilai permohonan maaf itu tak bisa menghentikan proses hukum atas perkara ujaran kebencian. "Soal maaf dan proses hukum itu dua hal yang berbeda,” ujar dia dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Rabu, 26 Januari 2022.

Lebih lanjut, pengamat hukum pidana itu menjelaskan bahwa soal ujaran kebencian sudah diatur dalam Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pasal 156 KUHP adalah delik biasa. Sehingga, walaupun tidak ada laporan atau pengaduan, polisi harus tetap menyelidiki si pengujar kebencian,” tutur Asep.

Baca: Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Diperiksa Jumat

Pasal 156 KUHP menyatakan bahwa siapa pun yang menyebarkan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap beberapa golongan penduduk Indonesia, akan dihukum penjara maksimal empat tahun.

Tak hanya itu, Asep juga menyebutkan beleid-beleid lain yang mengatur tentang ujaran kebencian. Di antaranya adalah Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2008 dan Pasa 8 ayat 2 UU ITE. (Nurisma Rahmatika)

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id