comscore

Jadi Tersangka TPPU, Aset Bupati HSU Jadi Rebutan

Candra Yuri Nuralam - 28 Desember 2021 11:38 WIB
Jadi Tersangka TPPU, Aset Bupati HSU Jadi Rebutan
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK kemudian mendapatkan laporan ada sejumlah pihak mencoba merampas harta Abdul yang diduga terkait TPPU.

"Informasi yang kami terima, diduga ada pihak-pihak yang dengan sengaja mencoba untuk mengambil alih secara sepihak aset-aset yang diduga milik tersangka AW (Abdul Wahid)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Desember 2021.
Ali mengultimatum pihak yang berani mencoba mengambil harta Abdul. Lembaga Antikorupsi tidak segan memidanakan orang yang berani mengambil harta yang tengah diusut KPK itu.

Baca: KPK Jerat Bupati Nonaktif HSU dengan Kasus Pencucian Uang

"KPK mengingatkan agar dalam proses penyidikan perkara ini, tidak ada pihak-pihak yang dengan secara sadar dan sengaja mencoba mencegah, merintangi, atau menggagalkan penyidikan perkara ini karena kami tak segan terapkan sanksi pidana sebagaimana ketentuan Pasal 21 UU Tipikor (Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi)," tegas Ali. 

Pasal 21 UU Tipikor menyebut setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkanpenyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan tersangka dan terdakwa ataupun saksi perkara korupsi dipidana dengan penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling banyak Rp600 juta.

Sementara itu, Abdul ditahan pada 18 November 2021. Dia dikurung usai KPK mengembangkan kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU pada 2021 sampai 2022. 

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id