comscore

Hasil Sidang Bakal Ditinjau Ulang, Kompolnas Berharap Brotoseno Dipecat

Siti Yona Hukmana - 13 Juni 2022 18:57 WIB
Hasil Sidang Bakal Ditinjau Ulang, Kompolnas Berharap Brotoseno Dipecat
Anggota Kompolnas Poengky Indarti. Dok. Tangkapan Layar
Jakarta: Hasil sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) AKBP Raden Brotoseno akan ditinjau ulang atau peninjauan kembali (PK). Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap Polri memecat eks koruptor itu.

"Jika yang bersangkutan tetap dipertahankan, kami berharap yang bersangkutan di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat)," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Senin, 13 Juni 2022.
Brotoseno dianggap tidak pantas dipertahankan Korps Bhayangkara. Sebab, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu terbukti bersalah dan kasus pidananya sudah inkrah.

"(Menjadi) narapidana, dihukum penjara, kasusnya korupsi, serta dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat," ujar Poengky.

Poengky menuturkan pihaknya dan Polri telah melakukan rapat koordinasi (rakor) pada Jumat, 3 Juni 2022. Dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD selaku Ketua Kompolnas sebagai pemimpin rapat.

Dalam rakor itu, kata dia, Kompolnas meminta Polri agar mendengar suara masyarakat. Apalagi menyangkut kasus sensitif, yakni korupsi yang dilakukan anggotanya. Kompolnas mendorong evaluasi dan revisi peraturan terkait proses penegakan kode etik.

"Kami mendukung upaya Polri merevisi dua peraturan kapolri (Perkap) agar dimungkinkannya upaya hukum peninjauan kembali. Revisi ini akan menjadi koreksi bagi internal Polri, sekaligus upaya memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ungkap Poengky.

Baca: Sidang Etik Ditinjau Kembali, Brotoseno Berpotensi Diberi Sanksi

Kompolnas juga mendorong adanya pengawasan melekat dari atasan langsung kepada bawahannya agar kasus korupsi di institusi Polri tak terulang. Menurut dia, atasan harus terus-menerus melakukan bimbingan dan pengawasan agar dapat melakukan tugas sebaik-baiknya, serta menghindari perbuatan-perbuatan tercela.

"Atasan juga harus sigap melakukan koreksi dan menjatuhkan hukuman jika ada anggota melanggar aturan," ucap Poengky.

Atasan Brotoseno disebut bisa dikenakan sanksi saat peninjauan kembali. Apabila terbukti abai mengawasi Brotoseno. Atasan yang belum disebutkan identitasnya itu bisa dianggap melanggar Perkap Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat (Waskat).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri akan melakukan peninjauan kembali atas hasil sidang etik Brotoseno. Hal itu untuk menjawab kegaduhan masyarakat setelah diketahui Brotoseno masih anggota Polri aktif usai menjadi narapidana korupsi.

"Kami menambahkan klausa mekanisme peninjauan kembali terhadap putusan-putusan yang telah dikeluarkan oleh sidang kode etik, yang tentunya keputusan-keputusan tertentu," kata Listyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2022.

Sebelum melaksanakan peninjauan kembali, Polri terlebih dahulu merevisi Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Perkap Nomor 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Polri. Pasalnya, kedua Perkap itu belum mengatur mekanisme peninjauan kembali.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta melalui putusan Nomor 26 Tahun 2017 telah menghukum Brotoseno dengan pidana penjara lima tahun dan denda Rp300 juta karena terlibat korupsi cetak sawah pada 2012-2014. Raden Brotoseno dinyatakan bebas bersyarat pada 15 Februari 2020.

Pidana denda Rp300 juta subsider tiga bulan juga telah dijalankan mantan Kepala Unit V Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu. Bebasnya Brotoseno berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Nomor PAS-1052.OK.01.04.06 Tahun 2019 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana.

Brotoseno masih menjadi anggota Polri aktif. Dia diperbantukan sebagai staf di Divisi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (Div Tik) Polri.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id