comscore

Azis Syamsuddin Bakal Terima Putusan Hakim

Candra Yuri Nuralam - 01 Februari 2022 02:12 WIB
Azis Syamsuddin Bakal Terima Putusan Hakim
Sidang kasus dugaan suap pengurusan perkara yang menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Terdakwa kasus suap penanganan perkara di Lampung Tengah Azis Syamsuddin menyerahkan hasil persidangan kepada majelis hakim. Dia bakal menerima putusan hakim.

"Nanti putusannya seperti apa saya akan terima dan saya akan melihat pertimbangam pertimbangan hakim," kata Azis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 31 Januari 2022.
Persidangan dengan agenda pembacaan putusan bakal digelar pada Senin, 14 Januari 2022. Azis berharap hakim bijak memberikan putusan.

Mantan Wakil Ketua DPR itu juga sempat menanggapi alasannya tak banyak bicara kepada pewarta usai persidangan. Hal itu untuk mencegah penggiringan opini.

"Saya meminta maaf pada rekan media karena selama ini saya tidak ingin menanggapi atau menjawab, bukan karena saya tidak bersahabat, tapi saya ingin memberikan suatu pandangan bahwa dalam proses penegakan hukum setelah masuk projustisia maka proses itu biarlah hakim yang menentukan," ujar Azis.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin mengaku belajar banyak dari kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah yang menjeratnya. Dia berencana keluar dari dunia politik bila divonis bebas.

"Seandainya pada saat nanti jatuh vonis atau dilakukan suatu keputusan saya bebas, saya berkomitmen untuk tidak masuk ke dunia politik," kata Azis Syamsuddin saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 31 Januari 2022.
 
Politikus Partai Golkar itu mengaku ingin memperbaiki diri bila bebas. Dia ingin kembali mengajar dan bekerja menjadi advokat.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Azis Syamsuddin empat tahun dan dua bulan penjara. Majelis hakim juga diminta menjatuhkan pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan kepada Azis.
 
"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam pemilihan jabatan publik atau politis terhitung lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 24 Januari 2022.
 
Azis diyakini terbukti menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain. Dia diduga memberikan uang hingga Rp3,099 miliar dan USD36 ribu.

Baca: Azis Syamsuddin Menangis di Pengadilan, Singgung Perpeloncoan Saat Muda
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id