comscore

Teddy Tjokrosapoetro Ungkap Kerja Sama dengan Kakak Kandungnya

Fachri Audhia Hafiez - 29 Juni 2022 17:41 WIB
Teddy Tjokrosapoetro Ungkap Kerja Sama dengan Kakak Kandungnya
Terdakwa dugaan korupsi PT ASABRI Teddy Tjokrosapoetro/Medcom.id./Fachri
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Teddy Tjokrosapoetro, mengungkap bentuk kerja sama dengan kakak kandungnya sekaligus Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro. Hal itu disampaikan Teddy saat diperiksa sebagai terdakwa di persidangan.

"Misal (saya) disuruh jadi komisaris. Pada prinsipnya saya ada usaha bersama, ya sama-sama share modal," kata Teddy saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juni 2022.
Teddy mengaku pernah menjadi komisaris di PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA). Benny juga menjadi komisaris di perusahaan tersebut.

"Awalnya saya sebagai komisaris. Alasan mundur dari pribadi saya enggak punya saham, enggak share apa pun," ujar Teddy.

Teddy juga menjelaskan soal perputaran uang di PT Hokindo Properti Investama. Perusahaan tersebut diduga menerima suntikan uang terkait kasus ASABRI.
 

Baca: Kasus ASABRI, Adam Damiri Segera Ajukan Kasasi


PT Hokindo Properti Investama awalnya bernama PT Hokindo Mediatama. Korporasi itu merupakan perusahaan holding yang dibentuk oleh Teddy dan Benny yang difungsikan untuk skema putar-putar uang.

PT Hokindo Properti Investama juga merupakan entitas dari anak perusahaan PT Rimo Internasional Lestari Tbk. PT Rimo dikendalikan oleh Teddy.

"Kakak adik dengan Benny, saudara enggak tahu transaksi perusahaan Rimo dengan ASABRI?" tanya salah seorang tim penasihat hukum Teddy.

"Tidak tahu. Saya di pengurusan perseroan. Saham tidak tahu," kata Teddy. 

Benny sejatinya juga memberikan keterangan untuk menuntaskan perkara ini. Namun, Teddy menolak kakak kandungnya itu bersaksi di persidangan karena dari unsur keluarga.

"Kalau dari pihak adik saya menghendaki saya mundur, saya mundur," ucap Benny saat persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis, 2 Juni 2022.

Pada perkara ini, Teddy didakwa memperkaya diri lebih dari Rp6 triliun. Perbuatan itu berasal dari pengelolaan investasi dalam bentuk pembelian saham dan reksadana menggunakan dana investasi PT ASABRI pada 2012-2019.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id