comscore

Politikus Golkar Aliza Gunado Disebut Suap Eks Penyidik KPK Rp1,4 Miliar

Candra Yuri Nuralam - 20 Desember 2021 13:15 WIB
Politikus Golkar Aliza Gunado Disebut Suap Eks Penyidik KPK Rp1,4 Miliar
Sidang kasus penanganan perkara di Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 20 Desember 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Politikus Partai Golkar Aliza Gunado disebut ikut menyuap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain pada penanganan perkara di Lampung Tengah. Aliza memberikan Rp1,4 miliar kepada Robin dan Maskur.

Keterangan itu diketahui saat jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Maskur Husain. Jaksa membeberkan total uang yang diterima Maskur dan Robin dalam penanganan perkara di Lampung Tengah.
"Sehingga total penerimaan dari (mantan Wakil Ketua DPR) Azis Syamsuddin dari yang seharusnya sesuai kesepakatan masing-masing sebesar Rp2 miliar, menurut catatan Stepanus Robin Pattuju hanya kami terima dari Azis Syamsuddin Rp1,75 miliar dan dari Aliza Gunado sebesar Rp1,4 miliar atau total Rp3,15 miliar," kata Lie saat membacakan BAP di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 20 Desember 2021.

Azis dan Aliza juga memberikan duit dalam mata uang asing kepada Maskur dan Robin. Total uang yang diberikan sekitar USD36 ribu.

Baca: Azis Syamsuddin Disebut Jadi Inisiator Suap Penanganan Perkara di KPK

Maskur mengaku uang itu dibagi dua dengan Robin. Maskur mendapatkan Rp2,55 miliar. Dia mengaku tidak mengetahui nominal uang yang diterima Robin dari Azis.

"Sedangkan sisanya adalah jatah atau bagian buat Stepanus Robin Pattuju, saya tidak mengetahui jumlah pasti total diterima oleh Stepanus Robin Pattuju karena tidak pernah disampaikan kepada saya," ucap Lie membacakan BAP Maskur.

Jaksa sempat menanyakan kebenaran keterangan itu. Maskur menegaskan keterangan dalam BAP memang sesuai faktar sehingga dia enggan mengubahnya.

"Tetap (pada keterangan tersebut)," kata Maskur.

Azis didakwa menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

"Terdakwa (Azis) telah memberikan uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan USD36.000," kata JPU pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis diduga melanggar Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id