comscore

Jaksa Tolak Keberatan Munarman Soal Tuduhan Cipta Kondisi FPI Sebagai Teroris

Fachri Audhia Hafiez - 22 Desember 2021 11:02 WIB
Jaksa Tolak Keberatan Munarman Soal Tuduhan Cipta Kondisi FPI Sebagai Teroris
Terdakwa kasus tindak pidana terorisme Munarman. MI
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) ogah menanggapi salah satu poin nota keberatan atau eksepsi terdakwa kasus dugaan tindak pidana terorisme, Munarman. Keberatan terkait tuduhan Munarman soal adanya cipta kondisi untuk menteroriskan Front Pembela Islam (FPI).

"Tidak perlu ditanggapi dan harus dikesampingkan," kata salah satu JPU saat membacakan nota tanggapan atas eksepsi Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu, 22 Desember 2021.
Menurut jaksa, keberatan Munarman tersebut merupakan pendapat subjektif. Selain itu, eks Sekretaris Umum FPI itu juga menjelaskan poin keberatan berdasarkan argumentasi dan asumsi pribadi.

"Semua keberatan terdakwa tersebut tidak termasuk dalam ruang lingkup materi keberatan atau eksepsi sesuai ketentuan Pasal 156 ayat 1 KUHAP," tegas jaksa.

Munarman melalui eksepsinya menilai media massa telah melakukan framing terkait perkara terorisme yang menjeratnya. Framing media dinilai telah membawanya menjadi terdakwa kasus menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme.

Menurut dia, framing dilakukan karena ada agenda setting menciptakan opini FPI terkait dengan jaringan teroris. Hal itu diklaim sebagai langkah awal pihak tertentu memenjarakan dia.

"Namun, karena memang agenda setting melalui media adalah mem-framing dan merekayasa untuk menciptakan opini bahwa FPI terkait dengan jaringan teroris, maka disebarluaskanlah pangakuan sepihak hasil penggiringan tersebut. Inilah cara kerja yang mereka lakukan sebagai cipta kondisi untuk menteroriskan FPI dan menangkap serta memenjarakan saya," tulis Munarman melalui eksepsinya.

Pada perkara ini, Munarman didakwa merencanakan atau menggerakkan orang lain melakukan tindak pidana terorisme. Dia disebut menggunakan ancaman kekerasan yang diduga untuk menimbulkan teror secara luas.

Munarman juga diduga menyebar rasa takut hingga berpotensi menimbulkan korban yang luas. Selain itu, perbuatannya mengarah pada perusakan fasilitas publik.

Aksi Munarman diduga berlangsung pada Januari hingga April 2015. Munarman menggerakkan aksi terorisme di Sekretariat FPI Kota Makassar, Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI) Sulawesi Selatan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Sudiang Makassar, dan Pusat Pengembangan Bahasa (Pusbinsa) UIN Sumatra Utara.

Baca: Munarman Tuding Media Massa Ciptakan Opini Terkait Perkaranya
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id