KPK Dalami Peran Romy di Seleksi Calon Rektor

    Kautsar Widya Prabowo - 18 Juni 2019 00:15 WIB
    KPK Dalami Peran Romy di Seleksi Calon Rektor
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy melalui seleksi pemilihan rektor Pendidikan Tinggi Negeri dibawah Kementerian Agama (Kemenag). Hal tersebut dilakukan dengan mengali informasi mendalam dari calon rektor hingga yang saat ini telah menjadi rektor.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dalam pemeriksaan hari ini terdapat tujuh calon rektor yang dipanggil berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) dan Institut Agama Islam Negri (IAIN). Semuanya diperiksa dalam kapasitas calon rektor yang pernah mengikuti proses seleksi di kampusnya masing-masing.  

    "Jadi kami dalami pengetahuan mereka tentang bagaimana proses seleksi yang terjadi selama ini dan karena mereka adalah calon yang masuk dalam tiga besar, artinya yang paling proses yang paling akhir ya sebelum satu orang dipilih," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juni 2019.

    Baca juga: Tujuh Calon Rektor UIN Diperiksa KPK

    Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik KPK mempertanyakan ada atau tidaknya campur tangan Romy dalam seleksi jabatan rektor di perguruan tinggi tersebut. Mengingat Romy diduga terlibat dalam suap beli jabatan di Kemenag wilayah Jawa Timur.

    "KPK juga perlu mengklarifikasi apakah ada atau tidak peran dari RMY dalam proses seleksi tersebut, sejauh pengetahuan para saksi," tuturnya.

    Lebih lanjut, proses pendalaman informasi terhadap calon rektor tersebut akan berlangsung dua hingga tiga hari kedepan. Sehingga akan ada kembali calon rektor dibawah Kemenag yang akan diperiksa sebagai saksi.

    "Besok kami masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang lain yang pernah menjadi mencalonkan diri dalam proses pemilihan Rektor di kampus UIN tersebut," tuturnya.

    Baca juga: Syarif Bantah Beri Pelicin untuk Jadi Rektor

    Sementara itu, usai diperiksa KPK, Rektor Universitas Islam (UIN) Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy mengaku pernah bertemu dengan Romy pada Januari 2019 silam dalam sebuah seminar di Jember, Jawa Timur. Namun, ia mengaku tidak pernah ditawarkan jabatan rektor oleh Romi.

    "Ketemu tapi tidak dalam konteks pemilihan rektor," kata Masdar di Gedung KPK, Jakarta.

    Ia mengklaim dalam pemilihan rektor di kampusnya tidak ada praktik suap. Seleksi itu, kata dia sesuai prosedur aturan yang berlaku. Ia pun membantah soal praktik setor menyetor di pemilihan rektor UIN.

    "Tidak ada sama sekali. Semua lewat komsel di Kemenag ada tujuh orang dibentuk," katanya.

    Sebelumnya, KPK menemukan fakta baru terkait dugaan suap dalam sistem pemilihan rektor perguruan tinggi di bawah Kemenag. Tiga calon rektor UIN di sejumlah daerah akan dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.

    "Dalam bulan Juni ini kami berencana mulai melakukan pemeriksaan untuk sejumlah calon rektor UIN di beberapa daerah, surat sudah kami sampaikan," jelas Febri.

    KPK menetapkan Romy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romy disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

    Romy diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romy mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.

    Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Muafaq juga dijerat juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id