Harun Masiku Dinilai Berhak Minta Perlindungan LPSK

    Fachri Audhia Hafiez - 19 Januari 2020 20:11 WIB
    Harun Masiku Dinilai Berhak Minta Perlindungan LPSK
    Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Tersangka kasus suap terkait penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku dinilai berhak minta perlindungan. Harun dinilai pantas dilindungi. 

    "Boleh enggak dia (Harun) datang ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) untuk minta perlindungan? Kalau menurut saya harus dilindungi. Kenapa? Butuh kepastian dia ini siapa, posisinya sebagai apa," kata politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu dalam diskusi bertajuk 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Januari 2020.

    Adian menyebut Harun berhak dapat perlindungan lantaran disebut sebagai pelaku padahal korban. Harun disebut menyuap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

    Keberadaan Harun belum diketahui. Adian menyebut rekan separtainya itu pantas mendapat perlindungan lantaran sudah membayar pajak.

    "Terlepas dari bagaimana kesimpulan negara, wajib dilindungi oleh negara ini," kata Adian. 

    Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menyebut pihaknya siap memberikan perlindungan pada saksi dan korban dalam kasus ini. LPSK berwenang melindungi korban pidana terorisme, korupsi, narkotika, HAM, kekerasan seksual pada perempuan, penyiksaan, dan tindak pidana berat. 

    Hasto menjelaskan dalam kasus korupsi LPSK memungkinkan memberikan perlindungan pada saksi yang mampu memberikan keterangan yang siginifikan. LPSK juga berwenang memberikan perlindungan bagi saksi yang telah berstatus sebagai justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama. 

    "Harus ditetapkan sebagai saksi atau korban, kalau sudah ditetapkan oleh penegak hukum LPSK bisa melindungi dari ancaman," ujar Hasto.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wahyu Setiawan sebagai tersangka suap untuk mengupayakan penggantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku.

    Lembaga Antirasuah juga menetapkan tiga tersangka lain, yakni, orang kepercayaan Wahyu sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina; kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful. Saeful disebut-sebut staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id