KPK Pastikan Jerat Tersangka Baru KTP-el

    Juven Martua Sitompul - 08 Juli 2019 23:20 WIB
    KPK Pastikan Jerat Tersangka Baru KTP-el
    Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpeluang menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el). Namun, penyidik hingga kini masih memperkuat bukti-bukti pihak yang terlibat.

    "Terkait dengan kemungkinan tersangka baru itu mungkin saja ya sepanjang memang kami menemukan bukti permulaan yang cukup bisa dari pengembangan penyidikan bisa dari pengembangan penuntutan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.

    Baca juga: KPK Panggil Ulang Adik Gamawan Fauzi

    Penyidik hari ini memeriksa Direktur PT Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia. Adik kandung mantan Mendagri Gamawan Fauzi itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota Komisi VIII DPR Markus Nari.

    Febri tak memerinci materi pemeriksaan Azmin. Dia hanya menjelaskan dalam pemeriksaan itu Azmin dicecar soal pemberian ruko dari Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tanos.

    "Dikonfirmasi terkait pemberian ruko," kata Febri.

    Baca juga: Tersangka Baru Kasus KTP-el dari Kalangan Pengusaha dan Birokrat

    Febri memastikan penyidikan kasus ini tak berhenti di Markus Nari. Lembaga antirasuah bakal menjerat pihak-pihak yang menerima uang haram dari proyek bernilai Rp5,9 triliun tersebut.

    "Kami melihat ada dugaan pihak-pihak lain atau pejabat-pejabat lain baik di instansi pemerintah di legislatif ataupun dari pihak swasta diduga terlibat dalam perkara ini, itu yang sedang kami telusuri dan kami dalami," pungkasnya.

    Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017 lalu. Markus diduga memperkaya diri sendiri, atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.

    Markus yang saat itu masih duduk di Komisi II diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.

    Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun

    KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.

    Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan divonis pidana penjara.




    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id