Pelaku Tabrak Lari Petugas PPSU Terancam 5 Tahun Bui

    Siti Yona Hukmana - 02 April 2019 01:23 WIB
    Pelaku Tabrak Lari Petugas PPSU Terancam 5 Tahun Bui
    Ilustrasi--Medcom.id
    Jakarta: Pelaku tabrak lari terhadap petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PSSU) Naufal Rosyid, 24, terancam penjara. Pengendara tak bertanggung jawab itu telah melakukan tindak pidana yang membuat korban meninggal dunia.

    Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengatakan, pelaku disangkakan Pasal 312 Juncto Pasal 310 ayat 3 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Tabrak Lari. Ancaman kurungan lima tahun penjara atau denda Rp10 juta. 
    "Korbannya kan luka berat dan meninggal dalam perawatan hari ke-5. Maka luka berat ancaman hukumannya lima tahun penjara. Kalau kasusnya korban meninggal di tempat dikenakan hukuman enam tahun penjara," ujar Nasir kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 1 April 2019. 

    Naufal menjadi korban tabrak lari oleh sepeda motor di bawah jalan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Selasa, 26 Maret 2019. Pelaku hingga kini belum diketahui. 

    Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo mengatakan, pihaknya tengah memburu pelaku tabrak lari tersebut. "Sedang dicari pelakunya," ujar Ady.

    Dalam pengusutan pelaku itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Saksi-saki itu yang mengetahui peristiwa tersebut.

    "Ada dua orang saksi telah kita periksa. Mereka dari rekan kerja korban sesama petugas PPSU," beber Ady. 

    Ady menyebut, pihaknya mengalami kesulitan dalam pengejaran pelaku. Salah satu faktornya karena saksi yang diperiksa tidak mengetahui detail. 

    "Minim saksi. Lalu, identitas kendaraan belum kita dapatkan," kata Ady.

    Meski begitu, ia dan pihaknya tetap melakukan penyelidikan dengan maksimal. Sejumlah kamera tersembunyi atau closed-circuit television (CCTV) tengah dicek.

    "Saat ini lagi mencoba melihat hasil CCTV yang terdekat di TKP," imbuhnya.

    Akibat ditabrak orang tak dikenal itu, Naufal mengalami luka di bagian kepala serta memar pada bagian mata dan dahi sebelah kiri. Ia langsung dibawa ke ruang ICU RSUD Pasar Minggu untuk melakukan operasi.

    Namun, nyawanya tak tertolong. Naufal dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 23.20 WIB dan langsung dibawa ke kediamannya di daerah Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. Naufal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Susukan, Jakarta Timur pada Minggu, 31 Maret 2019 pagi.

    Peristiwa naas ini terjadi pada Selasa, 26 Maret 2019 pukul 05.30 WIB. Saat itu, salah satu petugas orange ini tengah menyapu jalanan di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak ada yang mengetahui kejadian tabrak lari itu. 

    Hanya driver ojek online Grab yang melihat Naufal sudah terkapar. Kemudian, pengemudi Grab ini langsung memberi tahu kepada rekan kerjanya yang tengah menyapu di atas jalan layang Pasar Rebo.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id