Kasus-kasus 'Panas' di Lemari Kejaksaan Agung

    Yogi Bayu Aji - 24 Agustus 2020 14:40 WIB
    Kasus-kasus 'Panas' di Lemari Kejaksaan Agung
    Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

    Namun, sikap Kejaksaan Agung dalam menangani kasus ini sempat menimbulkan kecaman. Pasalnya, Pinangki disebut mendapatkan bantuan hukum dari Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) walau kemudian hal itu dibantah.

    Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menganggap Kejaksaan Agung seakan 'melindungi' Pinangki dengan terus memaksakan menangani kasusnya. Dia menilai kasus ini sejatinya lebih cocok ditangani Mabes Polri atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Fickar menilai dalam Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, KPK berhak menangani korupsi penegak hukum. Kepolisian juga dinilai cocok menanganinya karena kasus Pinangki berhubungan dengan surat jalan palsu Djoko Tjandra.

    Baca: Djoko Tjandra Juga Diperiksa Terkait Surat Jalan Palsu

    Fickar menilai Kejaksaan Agung sedang menjaga citranya. Korps Adhyaksa dinilai takut Pinangki menyeret beberapa jaksa jika kasusnya ditangani lembaga lain. Kejaksaan Agung pun diminta tidak tebang pilih jika ingin terus menangani kasus Pinangki. 
     
    "Tidak salah jika masyarakat menyangka bahwa Pinangki mendapat karpet merah karena diduga akan menyelamatkan pelaku lain," Fickar, Jumat, 21 Agustus 2020.

    3. Pemerasan Kepala Kejari

    Tiga pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu, Riau, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap 64 kepala sekolah menengah pertama (SMP). Ketiga tersangka, yakni Kepala Kejari Indragiri Hulu Hayin Sutikto, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Indragiri Hulu Ostar Al Pansri, dan Kepala Subseksi Barang Rampasan Kejari Indragiri Hulu Rionald Febri Ronaldo.

    Hari Setiyono mengatakan penyidik Kejaksaan Agung telah memeriksa enam saksi dalam kasus ini. Keterangan para saksi dikaitkan dengan barang bukti yang disita penyidik. 
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id