Kasus-kasus 'Panas' di Lemari Kejaksaan Agung

    Yogi Bayu Aji - 24 Agustus 2020 14:40 WIB
    Kasus-kasus 'Panas' di Lemari Kejaksaan Agung
    Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

    Tiga terdakwa lainnya berasal dari bekas petinggi Jiwasraya. Mereka ialah mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

    Keenamnya didakwa merugikan negara Rp16,8 triliun berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mereka diduga kongkalikong membuat kesepakatan pengelolaan investasi saham dan reksadana yang tidak transparan dan akuntabel selama 2008 hingga 2018.

    Dalam perkembangan perkara, Kejaksaan Agung menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka kasus Jiwasraya. Perusahaan itu yakni PT DM atau PAC, PT OMI, PT PPI, PT MD, PT PAM, PT MAM, PT MNC, PT GC, PT JCAM, PT PAAM, PT CC, PT TVI, dan PT SAM. 

    Baca: Saksi Jaksa di Kasus Jiwasraya Diprotes

    Penetapan status tersangka untuk 13 korporasi itu karena temuan dugaan aliran dana, baik dari Jiwasraya maupun enam terdakwa yang sedang diadili. Kerugian negara akibat pelibatan 13 korporasi ini ditaksir mencapai Rp12,157 triliun. 

    "Kerugian ini merupakan bagian dari penghitungan kerugian negara yang sudah dihitung oleh BPK sebesar Rp16,81 triliun," beber Hari Setiyono, Kamis, 25 Juni 2020. 

    2. Djoko Tjandra

    Pengajuan peninjauan kembali dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra pada Juni 2020 membuat kritik tajam mengarah ke institusi penegak hukum, tak terkecuali Kejaksaan Agung. Pasalnya, buronan kakap itu bisa bebas melenggang tanpa diketahui aparat.

    Dua perwira tinggi Polri menjadi tersangka dugaan suap terkait pelarian Djoko Tjandra. Keduanya yakni mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Prasetyo Utomo dan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Napoleon Bonaparte.

    Sementara itu, Korps Adhyaksa menjerat mantan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari. Dia diduga menerima hadiah atau janji dari Djoko Tjandra hingga Rp7 miliar.

    "Diduga (terima) US$500 ribu," kata Hari Setiyono, Rabu, 12 Agustus 2020.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id