Hakim Agung Diminta Memegang Teguh Kode Etik

    Candra Yuri Nuralam - 12 Mei 2020 18:12 WIB
    Hakim Agung Diminta Memegang Teguh Kode Etik
    Ilustrasi Komisi Yudisial/MI/Adam Dwi.
    Jakarta: Seluruh hakim agung di Indonesia diminta memegang teguh kode etik Komisi Yudisial (KY). Prilaku hakim agung akan dicontoh oleh hakim pengadilan lain di Indonesia.

    "Jadi kalau KY punya kewenangan bagaimana keluhuran dan martabat hakim terjaga, maka yang mengawasi lebih luhur dan bermartabat," kata anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Nasir mengatakan perilaku hakim agung akan memengaruhi citra KY di Indonesia. Perilaku buruk hakim agung berdampak pada citra KY di Indonesia.

    Baca: Polemik Administrasi Paling Banyak 'Dimainkan' di Pengadilan

    Salah satu yang wajib diperkuat oleh hakim agung adalah indepedensi. Sikap itu harus bisa terus dipegang teguh meski salah satu fase pemilihan hakim agung melewati jalur politik.

    "Di Indonesia proses itu semua selalu masuk wilayah politik, misalnya seleksi KY terakhir di DPR, kemudian ini juga jadi catatan banyak pihak terkait bagaimana DPR menyeleksi calon hakim agung kemudian komisioner KY," ujar Nasir.

    Independensi juga wajib dimiliki komisioner KY. Fase seleksi oleh anggota DPR itu tak boleh terbawa saat KY bekerja. Putusan yang dikeluarkan KY tak boleh berbau politik.

    "Kalau misalnya komisioner KY mengawasi hakim agar luhur dan agung, komisionernya harus bermartabat dan lebih luhur," tegas Nasir.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id