Pegawai Batan Simpan Ragam Zat Kimia Berbahaya

    Kautsar Widya Prabowo - 27 Februari 2020 16:57 WIB
    Pegawai Batan Simpan Ragam Zat Kimia Berbahaya
    Petugas tengah menyelidiki zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangsel, Banten. Foto: MI/Ferdian Ananda Majdi
    Jakarta: Polisi kembali menemukan banyak bahan kimia dari kediaman eks pagawai Batan SM, di Perumahan Batan Indah, Tanggerang. Jenis bahan kimia tersebut masih didalami Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan), dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan)

    "Ada beberapa zat radioaktif selain sesium (cs) 137 itu di rumah SM, ini masih didalami zat radioaktif yang lain itu berasal dari mana," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Februari 2020. 

    Asep belum bisa memerinci jumlah zat kimia dan jenisnya yang disita dari rumah pegawai aktif Batan itu. Diduga zat kimia itu memiliki tingkat bahaya yang sama dengan sesium 137.

    "Secara spesifik belum disebutkan tapi itu termasuk golongan radioaktif," jelasnya. 

    Sementara itu, informasi SM terpapar radiokatif masih didalami. Efek radioaktif baru terlihat dalam jangka panjang.

    "Apabila yang bersangkutan terpapar zat radioaktif, tidak mempunyai akibat seketika, akibatnya jangka panjang," pungkasnya.

    Baca: Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Batan dan Bapeten

    Pegawai Batan Simpan Ragam Zat Kimia Berbahaya

    Aktivitas pembersihan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Selasa 18 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Farhan

    Sebelumnya, bahan-bahan kimia diamankan polisi dari sebuah rumah yang terletak di Blok A Nomor 22, Perumahan Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan. Salah satunya, serpihan zat radio aktif sesium 137 dalam kemasan plastik.
     
    Polisi menyebut SM, pemilik rumah di Perumahan Batan Indah yang diduga menyimpan radioaktif sesium (Cs-137), adalah pegawai Batan. Dia sedang diperiksa atas kepemilikan zat ini.
     
    Kepala Biro Hukum Humas dan Kerjasama Bapeten, Indra Gunawan mengatakan awalnya rumah ini didatangi satuan Gegana Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) Polri, Batan dan Bapeten pada Senin, 24 Februari 2020.
     
    Polisi juga menemukan adanya dua titik baru yang diduga terkontaminasi radioaktif sesium 137. Temuan diketahui saat polisi menyisir beberapa blok di perumahan tersebut, pada Senin, 24 Februari 2020.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id