Kejagung Gali Bukti Lanjutan Dugaan Korupsi Jiwasraya

    Cindy - 14 Februari 2020 03:08 WIB
    Kejagung Gali Bukti Lanjutan Dugaan Korupsi Jiwasraya
    Ilustrasi. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Kejaksaan Agung memeriksa tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo. Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya itu dicecar pertanyaan soal keterkaitannya dengan tersangka lain berdasarkan alat bukti yang didapat penyidik.

    "Proses penyidikan perkara masih terus berkembang mencari bukti-bukti dari alat bukti," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiono di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Februari 2020.

    Hari menjelaskan penyidik juga menggali keterangan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya itu terkait pertemuannya dengan dua tersangka lain pada 2008. Harry sempat bertemu dengan tersangka Joko Hartono Tirto sebagai Direktur PT Maxima Integra dan tersangka  Syahmirwan yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya.

    Hari menerangkan, ketika itu mereka bertemu untuk membahas kondisi keuangan Jiwasraya yang memburuk. Pertemuan disebut jadi awal adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    "Tentu dugaannya berangkat dari sana (pertemuan tersebut), kemudian berbuat apa, kemudian terjadi apa, dan ujungnya adanya dugaan kerugian negara itu," ujar Hari.

    Kejagung Gali Bukti Lanjutan Dugaan Korupsi Jiwasraya
    Kapuspenkum Kejagung Hari Setiono (baju putih). Foto: Medcom/Cindy

    Selain memeriksa Harry, penyidik Kejaksaan Agung juga memintai keterangan tujuh saksi lainnya hari ini. Mereka ialah mantan Direktur Pemasaran PT Asuransi Jiwasraya De Yong Adrian, Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Faisal Satria, Kepala Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya Mohammad Rommy.

    Kemudian, mantan Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT Asuransi Jiwasraya tahun 2006-2017 Sumarsono, Institutional Equity Sales PT Trimegah Securitas Glen Riyanto, pegawai PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Setya Widodo, dan seorang nominee (pihak yang dicatut namanya dalam transaksi saham) Hardian Achiardi.

    Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka yakni Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
     
    Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
     
    Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
     
    Serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id