mentan  

Aktivis IMM Jadi Tersangka Penyebar Isu Selingkuh Mentan Amran

Arga sumantri - 12 Juni 2018 21:10 wib
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Dhemas Reviyanto).
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Dhemas Reviyanto).

Jakarta: Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Andi Maghfuri alias AM ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Penetapan tersangka buntut isu yang ia sebar soal perselingkuhan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. 

"Iya sudah tersangka ITE," kata Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018.

Kasus ini bermula dari laporan yang masuk ke kepolisian soal dugaan pencemaran nama baik oleh tim kuasa hukum Mentan Amran, Minggu, 10 Juni 2018. Tim kuasa hukum Amran melaporkan cuitan AM terkait isu perselingkuhan dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita melalui akun Twitter Piyungan Cyber.

AM ditangkap Senin, 11 Juni di kediamannya kawasan Purworejo, Jawa Tengah. Mahasiswa itu sempat menjalani pemeriksaan intensif selama di Markas Polda Metro Jaya sebelum kasusnya naik ke tingkat penyidikan.

Koordinator Nasional Netizen Muhammadiyah Mustofa B Nahrawardaya menyampaikan Andi ditangkap karena diduga pemilik akun Piyungan Cyber yang menyebar isu perselingkuhan Mentan Amran. Versi Mustofa, akun itu bukan dikelola oleh Andi, melainkan oleh pemilik akun anonim @kakekdetektif. Akun ini sempat berseteru di jagat maya dengan Andi.

"Setelah itu muncul web namanya Piyungan Cyber yang dibuat, saya duga dibuat oleh @kakekdetektif ini. Isinya memfitnah banyak orang, salah satunya Menteri Pertanian Pak Amran yang isinya perselingkuhan dengan Bupati Pandeglang (Irna Narulita)," kata Mustofa.

Namun, Adi memastikan penetapan tersangka telah melalui prosedur pemeriksaan yang berlaku di kepolisian. "Setidaknya polisi pasti melakukan proses penyidikan ini dengan mengedepankan keilmuannya di dalam laboratorium forensik cyber," kata Adi. 

Kendati menjadi tersangka, penahanan Andi ditangguhkan. Adi membenarkan adanya penangguhan. Namun, ia belum memerinci alasan penangguhan penahanan tersebut. 


(HUS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.