Penuntutan Seumur Hidup Benny Tjokrosaputro Dianggap Terobosan Hukum

    Siti Yona Hukmana - 22 Oktober 2020 16:32 WIB
    Penuntutan Seumur Hidup Benny Tjokrosaputro Dianggap Terobosan Hukum
    Ilustrasi/MI/Ramdani
    Jakartka: Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menuntut Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro atas dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) diapresiasi. Benny dituntut penjara seumur hidup dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun kurungan.

    "Tuntutan penjara seumur hidup terhadap terdakwa Benny Tjokro merupakan suatu terobosan hukum yang sangat penting, signifikan, dan progresif dalam praktik penerapan hukum tindak pidana korupsi (tipikor) selama ini di Indonesia," kata Praktisi hukum Fahri Bachmid saat dihubungi, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Fahri menuturkan tuntutan seumur hidup terhadap Benny menunjukan suatu komitmen dan keseriusan Kejagung dalam mengungkap dan menyelesaikan perkara Jiwasraya. Menurutnya keputusan itu telah sejalan dengan ekspektasi publik, serta rasa keadilan masyarakat.

    Lebih lanjut, Fahri menilai tuntutan itu proporsional. Mengingat dugaan kerugian keuangan negara yang tidak sedikit, yaitu sebesar Rp16,8 triliun. Meski secara teknis dan kelaziman ini merupakan langkah dan kebijakan yang tidak biasa.

    "Sebagai suatu langkah serius dan berani dalam perkara ini," ungkapnya.

    Baca: Benny Tjokrosaputro Dituntut Pidana Seumur Hidup

    Fahri menyarankan penyidik jaksa agung muda tindak pidana khusus (jampidsus) melakukan penelusuran aset, serta pemulihan kerugian keuangan negara terhadap para tersangka. Sebab, dengan cara itu seluruh potensi serta dugaan kepemilikan aset secara tidak wajar dapat dirampas serta dikembalikan kepada negara.

    Selain itu, Fahri menyebut Benny merupakan pintu masuk untuk membuka kotak pandora dari kasus Jiwasraya. Dia mengingatkan penyidikan lanjutan yang harus dan mutlak dilakukan oleh penyidik Kejagung saat ini.

    "Apalagi tentunya semua ini berangkat dari konstruksi dakwaan serta putusan hakim kemarin atas para terdakwa atau terpidana Benny Tjokro Cs," ujar Fahri,

    Dia meyakini banyak pihak terlibat dalam kasus korupsi di perusahaan pelat merah itu, mulai dari pejabat Jiwasraya, pihak swasta, maupun pihak lainnya. Hal itu terlihat dari berbagai dakwaan yang disusun secara terpisah oleh jaksa penuntut umum (JPU). 

    "Ini hendaknya menjadi agenda 'top priority' Jaksa Agung dalam menuntaskan kasus Jiwasraya ini, sekaligus dapat menciptakan 'legacy' proses penegakan hukum tipikor yang berani dan strategis," tutup Fahri.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id