Kejagung Telusuri Pengelolaan Investasi Jiwasraya dari Mulut 3 Saksi

    Siti Yona Hukmana - 17 November 2020 07:02 WIB
    Kejagung Telusuri Pengelolaan Investasi Jiwasraya dari Mulut 3 Saksi
    PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Saksi itu dimintai keterangan untuk tersangka perorangan hingga korporasi.

    "Keterangan dari tiga orang saksi itu perlu untuk mengungkap sejauh mana perannya dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 17 November 2020. 

    Menurut dia, pada pemeriksaan Senin, 16 November 2020, itu, Kejagung memeriksa saksi Yuliani Almalita untuk tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Himalaya Energi Perkasa Piter Rasiman. Mantan Direktur Strategic Investment PT Inertia Utama, Nie Swe Hoa, juga dipanggil penyidik.

    Nie Swe Hoa dikorek keterangannya untuk tersangka korporasi, PT Corfina Capital. Di samping itu, Direktur PT Artha Sekuritas Suparno Sulina diperiksa untuk penyidikan awal pada kasus Jiwasraya.

    Kejagung menetapkan Piter Rasiman sebagai tersangka pada Senin, 12 Oktober 2020. Piter diduga mendirikan delapan perusahaan untuk menempatkan uang dari Jiwasraya.

    Baca: Mobil Milik Bos Himalaya Energi Perkasa Disita

    Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi, dan 13 korporasi sebagai tersangka. Perbuatan pejabat OJK dan 13 korporasi ini menyebabkan kerugian negara Rp12,157 triliun. 

    Berikut 13 korporasi yang terseret kasus Jiwasraya:

    1. PT Dana Wibawa Management Investasi menyebabkan kerugian negara Rp2,027 triliun,
    2. PT Oso Management Investasi menyebabkan kerugian negara Rp521,1 miliar,
    3. PT Pinekel Persada Investasi menyebabkan kerugian negara Rp1,815 triliun,
    4. PT Millenium Danatama menyebabkan kerugian negara Rp676 miliar,
    5. PT Prospera Aset Management menyebabkan kerugian negara Rp1,297 triliun,
    6. PT MNC Asset Management menyebabkan kerugian negara Rp480 miliar,
    7. PT Maybank Aset Management menyebabkan kerugian negara Rp515 miliar,
    8. PT GAP Capital menyebabkan kerugian negara senilai Rp448 miliar,
    9. PT Jasa Capital Asset Management menyebabkan kerugian negara Rp226 miliar,
    10. PT Corfina Capital menyebabkan kerugian negara Rp706 miliar,
    11. PT Teasure Fund Investama menyebabkan kerugian negara senilai Rp1,216 triliun,
    12. PT Sinar Mas Asset Management menyebabkan kerugian negara Rp77 miliar,
    13. PT Pool Advista menyebabkan kerugian negara Rp2,142 triliun.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id