Eks Pegawai Bank Beberkan Setoran Pembelian Mobil Mewah Wawan

    Fachri Audhia Hafiez - 13 Februari 2020 13:39 WIB
    Eks Pegawai Bank Beberkan Setoran Pembelian Mobil Mewah Wawan
    Suasana sidang pemeriksaan saksi dari terdakwa kasus dugaan korupsi dan TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi alat kesehatan Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Selatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dikulik soal adanya sejumlah setoran di Bank Jabar Banten (BJB). Uang itu untuk membayar cicilan pembelian mobil mewah.

    Eks pegawai Bank BJB Anggi Anggraini mengakui adanya setoran pada 23 Januari 2007. Setoran itu untuk pembelian mobil Toyota Alphard.

    "Iya, itu setoran tunai," kata Anggi menjawab pertanyaan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.

    Dalam dakwaan Wawan disebutkan pada waktu tersebut terdapat setoran tunai dari Direktur PT Buana Wardana Utama sekaligus anak buah Wawan, Yayah Rodiah, sebesar Rp66 juta. Uang disetor ke rekening PT Putera Perdana Jaya di Bank BJB. Perusahaan itu merupakan milik Wawan.

    Jaksa juga mengonfirmasi setoran pada 4 November 2010. Terdapat uang masuk dari rekening Bank BNI milik PT Bali Pacific Pragama (PT BPP) yang juga perusahaan Wawan.

    Anggi mengatakan uang itu untuk setoran awal mobil Mercedes-Benz E280. "Itu uang masuk dari bank lainnya. Saya baca dari rekening korannya," ucap dia.

    Eks Pegawai Bank Beberkan Setoran Pembelian Mobil Mewah Wawan
    Terdakwa kasus dugaan korupsi alat kesehatan Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Selatan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

    Pada 8 Desember 2010, kembali masuk setoran ke-20 untuk mobil yang sama. Wawan menyetor langsung uang tersebut. "Iya (Wawan) sesuai keterangan di dokumen," ujar Anggi.

    Wawan didakwa mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Kemudian pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012.

    Kasus tersebut diduga membuat negara rugi Rp94,3 miliar. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lebih dari Rp500 miliar.

    Wawan didakwa melakukan korupsi dengan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    Dalam perkara TPPU, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    Wawan juga turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c, dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id