Mazhab Pemberantasan Korupsi Indonesia Dinilai Aneh

    Anggi Tondi Martaon - 26 September 2020 06:24 WIB
    Mazhab Pemberantasan Korupsi Indonesia Dinilai Aneh
    Ilustrasi kasus korupsi. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Pemberantasan korupsi Indonesia saat ini dinilai aneh. Sebab, fungsi pencegahan lebih besar ketimbamg penindakan.

    "Apakah indonesia itu mau menerapkan mazhab (pemberantasan korupsi) baru?" ujar mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Suwarsono Muhammad dalam diskusi virtual KPK, Jumat, 25 September 2020.

    Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) itu mengatakan tidak ada negara lain yang mengutamakan unsur pencegahan dalam memberantas korupsi. Penindakan selalu menjadi langkah utama memberantas korupsi.

    "Setahu saya enggak ada (negara mengutamakan pencegahan)," ungkap dia.

    Pemberantasan korupsi Hong Kong yang ditiru oleh Indonesia juga tak mengutamakan pencegahan korupsi. Meski memiliki unsur pencegahan, unsur penindakan lebih diutamakan  di Hong Kong.
     
     

    KPK di era awal pembentukan mengedepankan penindakan dalam pemberantasan korupsi. Indonesia bahkan mampu menduduki peringkat ketiga terbaik di dunia dalam pemberantasan korupsi.

    "(Terbaik) setelah Singapura dan Hongkong.," sebut dia.

    Suwarsono mengaku heran sistem pemberantasan korupsi Indonesia berubah. Tidak hanya KPK, hal serupa juga terlihat pada lembaga penegakan hukum lainnya.

    "Lembaga penegak hukum lain juga memiliki pola pikir sama pencegahan lebih besar dari penindakan," ujar dia.

    (SUR)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id