Deputi Pemberantasan Dijabat Pensiunan Dinilai akan Lemahkan BNN

    Medcom - 11 September 2020 18:11 WIB
    Deputi Pemberantasan Dijabat Pensiunan Dinilai akan Lemahkan BNN
    Ilustrasi BNN. MI/Susanto
    Jakarta: Penempatan pensiunan di tubuh Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilai kurang tepat. Posisi strategis sebaiknya dipegang perwira tinggi (pati) Polri aktif.
     
    Direktur Indonesia Government and Parliament Watch, M. Huda Prayoga mengatakan, posisi deputi pemberantasan adalah posisi strategis yang membutuhkan integritas dan otoritas yang kuat.
     
    “Akan terjadi pelemahan institusi BNN terutama di deputi pemberantasan jika (Irjen) Arman Depari sudah dinyatakan memasuki usia pensiun,” kata Huda, Jumat, 11 September 2020.
     
    Huda menilai polemik status Arman muncul karena adanya Keputusan Presiden (Keppres) 116/2020 yang dikeluarkan Juli 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan BNN.
     
    “Dalam Keppres itu disebut Arman dilantik kembali kembali sebagai Deputi Pemberantasan,” katanya.
     
    Menurut Huda tidak lazim jika pati Polri yang pensiun diangkat kembali melalui Keppres untuk menempati posisi yang sama.
     
    “Ini agak membingungkan, Arman Depari ditarik ke satuan Polri karena akan pensiun, tapi ada Keppres yang mengangkat kembali Arman Depari untuk posisi yang sama di BNN,” jelas Huda.
     
    Huda menyebut Keppres pengangkatan kembali Arman Depari diterbitkan di bulan Juli 2020. Sementara telegram Kapolri diterbitkan pada September 2020.
     
    “Pertanyaannya, publik harus berpegang kemana? Keppres kah? atau telegram Kapolri? Persoalan ini harus djelaskan ke publik,” ujar Huda.
     
    Kapolri, Jenderal Idham Azis, memutasi Deputi Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari. Mutasi jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram (TR) Kapolri Nomor ST/2557/IX/KEP.2020, 1 September 2020.
     
    "Irjen Arman Depari Pati (perwira tinggi) Bareskrim Polri penugasan pada BNN dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun," demikian tertulis dalam surat telegram Kapolri.
     
    Belum disebutkan sosok pengganti Arman Depari. Selain Arman, ada 15 pati dan perwira menengah (pamen) lainnya dimutasi dalam rangka pensiun. Surat TR ini ditandatangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan.
     
    Sebelumnya juga beredar Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Badan Narkotika Nasional.
     
    Kepres tersebut diterbitkan pada tanggal 17 Juli 2020. Kepres tersebut selain memberhentikan Arman Depari, tetapi juga mengangkat.
     
    ‘Memberhentikan dengan hormat Sdr. Irjen Pol. (Purn) Drs. Arman Depari, dari jabatannya sebagai Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional terhitung mulai tanggal 1 September 2020 disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut’ tulis poin satu Kepres tersebut.
     
    ‘Mengangkat Sdr. Irjen Pol. (Purn) Drs. Arman Depari sebagai Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional terhitung sejak dilantik pada atau setelah tanggal 1 September 2020, dan kepadanya diberikan hak keuangan, administrasi, dan fasilitas lainnya setingkat dengan jabatan struktural eselon 1.a, sesuai peraturan perundang-undangan’ tulis poin kedua.

    (FZN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id