Uji Formil UU KPK

    Ahli: KPK Selayaknya Dilibatkan dalam Pembahasan UU

    Cindy - 24 Juni 2020 17:58 WIB
    Ahli: KPK Selayaknya Dilibatkan dalam Pembahasan UU
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Ketua Mahkamah Agung 2001-2008, Bagir Manan, menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selayaknya diajak dalam pembahasan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Hal ini termasuk etika dalam berdemokrasi.

    "Memang tidak ada keharusan untuk itu. Tetapi ini merupakan etika kalau yang mempunyai kepentingan terhadap sesuatu dalam dunia demokrasi sangat layak untuk diajak," ungkap Bagir sebagai penggugat ahli dalam sidang uji formil UU KPK di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2020.

    Publik, kata dia, menilai UU KPK yang sebelumnya digunakan sudah cukup efektif sebagai alat penindakan korupsi. Publik pun menilai pekerjaan KPK sudah sukses.

    "Buktinya mereka melakukan operasi tangkap tangan (OTT), peradilan, semua orang mengatakan pekerjaan mereka sukses. Sukses itu didasar dengan undang-undang yang ada (UU KPK lama)," imbuh Bagir.

    Baca: Ahli: Pembentukan UU KPK Tanpa Dasar Demokrasi

    Pembentukan undang-undang memang bisa setiap saat dilakukan pemangku kekuasaan. Namun,  kehidupan demokrasi bukan semata-mata dari kekuasaan saja melainkan manfaatnya bagi masyarakat.

    "Sudah jelas UU KPK yang lama itu menunjukkan kemanfaatannya, kegunaannya, kenapa harus diganti dengan sesuatu yang tidak pasti," ucap Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu.

    Dalam etika hukum, kepala negara boleh saja tidak mengesahkan UU KPK tersebut. Tapi dalam praktiknya, Presiden akan tetap mengesahkan undang-undang yang telah disetujui DPR.

    "Karena kalau sudah disetujui DPR berarti sudah kehendak rakyat dan seorang Kepala Negara demokrasi dia punya dan berkewajiban menjunjung tinggi rakyat," ujar Bagir.

    Namun, pembentukan UU KPK baru dinilai tidak berdasar atas keinginan rakyat. Pemerintah dinilai kurang merespons, mempertimbangkan, dan memperhatikan pernyataan publik.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id