Ade Armando Unggah Meme Anies untuk Hiburan

    Candra Yuri Nuralam - 21 November 2019 03:08 WIB
    Ade Armando Unggah Meme Anies untuk Hiburan
    Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Foto: MI/Bary Fathahilah.
    Jakarta: Pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengaku mem-posting meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan wajah tokoh fiksi Joker hanya untuk hiburan. Dia mengunggah karena dinilainya menarik.

    "Saya lihat menarik dan lucu. Saya naikkan 31 Oktober dan dilaporkan (oleh Fahira) 1 November," kata Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 20 November 2019.

    Ade mengaku mendapatkan foto meme Anies dari salah satu grup WhatsApp di ponselnya. Foto yang didapatkan berjumlah enam buah.

    Ade juga mengaku mem-posting foto tersebut untuk ikut mengkritik permasalahan di DKI. Saat itu, kata dia, sedang ramai permasalahan rancangan anggaran lem Aibon hingga milirian rupiah.

    "Tapi, saya pikir gambar tersebut mewakili sikap banyak orang Jakarta dan saya sendiri tentang apa yang dilakukan Pak Anies yaitu Pemerintah Daerah DKI mengeluarkan rencana anggaran Rp82 Miliar untuk Aica Aibon," ujar Ade.

    Ade membantah sengaja mengedit foto Anies untuk dijadikan meme. Dia mengatakan unggahannya hanya sebagai kritik terhadap kinerja gubernur. Dia melakukan itu dengan dasar haknya sebagai masyarakat untuk mengkritik pemerintah.

    "Gambar itu dalam rangka menyindir Pak Anies tapi gambar itu bukan saya yang membuat, ubah, menambahkan, mengurangi atau merusak itu."

    Alasan itu juga yang membuat Ade percaya diri tidak melanggar hukum. Dia menilai laporan terhadapnya salah sasaran.

    "Jadi kalau pandangan saya karena tuduhannya adalah mengubah, menambahkan, mengurangi, merusak, ya karena saya merasa tidak melakukan itu maka saya merasa seharusnya saya tidak bersalah dalam hal ini," ucap Ade.

    Fahira melaporkan Ade Armando lantaran unggahannya di media sosial. Dia menayangkan foto Anies yang diedit menyerupai tokoh antagonis DC Comics, Joker. Unggahan itu mencantumkan tulisan "gubernur jahat berawal dari menteri yang dipecat".

    Laporan Fahira terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 1 November 2019. Sejumlah barang bukti di antaranya tangkapan layar dari unggahan akun Facebook Ade dilampirkan dalam pelaporan tersebut.

    Ade dilaporkan dengan Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pemeriksaan hari ini menjadi panggilan perdana bagi Ade.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id