comscore

Komnas HAM Nilai Hukum Mati Koruptor Nihil Efek Jera

Cahya Mulyana - 11 Desember 2021 09:54 WIB
Komnas HAM Nilai Hukum Mati Koruptor Nihil Efek Jera
Ilustrasi hukum. Medcom.id
Jakarta: Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menilai hukuman mati di Indonesia tidak efektif memerangi korupsi. Terlebih hukuman bar-bar itu sudah tak direstui HAM.

"Ya dalam perspektif hak asasi manusia, hukuman mati itu sudah harus dihapuskan. Jadi gerakan global itu adalah gerakan penghapusan hukuman mati. Indonesia termasuk negara yang sudah didorong untuk menghapuskan hukuman mati, karena memang itu tidak sesuai dengan prinsip dan standar hak asasi manusia," kata Taufan, Sabtu, 11 Desember 2021.
Dia mengatakan hukuman mati mencederai prinsip hak asasi manusia. Dengan demikian sanksi pidana itu perlu dipetimatikan.

Taufan menyebut di negara lain hukuman mati sama sekali gagal memberi efek besar terhadap pemberantasan korupsi. Rasuah tetap hidup berdampingan dengan sanksi yang bertentangan dengan prinsip HAM tersebut.

Dia mengungkapkan Skandinavia yang tingkat korupsinya sangat rendah tidak ada penghilangan nyawa bagi pihak yang terbukti menikmati uang rakyat. Negara itu maju berkat pendekatan pencegahan yang komprehensif.

"Itu juga kaitannya dengan terorisme dan narkoba. Indonesia sudah menerapkan sekian banyak eksekusi hukuman mati kepada pelaku narkoba misalnya, tapi nyatanya tidak turun-turun kan penggunanya," ujar Taufan.

Taufan menjelaskan hukuman mati tidak ada hubungan dengan upaya mengurangi kejahatan luar biasa. Seperti, korupsi, narkoba, dan terorisme.

"Sehingga hukuman mati bagi mereka terbukti tidak efektif. Malah ditengarai akan menambah rasa semangat mereka untuk melakukan jihad seperti versi mereka. Dalam pandangan teroris, jihad itulah yang mereka cari," ucap Taufan.

Dia menyarankan pemerintah lebih mengedepankan perbaikan sistem tata kelola keuangan dan pengawasan dan hukuman maksimal seperti perampasan aset. Era Presiden Jokowi perlahan meninggalkan sanksi tersebut.

"Anehnya, kenapa diajukan lagi hukuman mati?" ujar Taufan.

Baca: ICW Sebut Tuntutan Mati Koruptor Tak Ideal
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id