Saksi Mahkota Kasus Bansos Positif Covid-19, Hakim Tunda Sidang

    Fachri Audhia Hafiez - 21 Juli 2021 16:26 WIB
    Saksi Mahkota Kasus Bansos Positif Covid-19, Hakim Tunda Sidang
    Sidang kasus korupsi paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono positif covid-19. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan swab antigen sebelum persidangan.

    "Kami periksa (lewat) pemeriksaan antigen dan ternyata hasil pemeriksaan antigen atas nama Adi Wahyono hasilnya positif (covid-19)," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Adi sedianya menjadi saksi 'mahkota' untuk terdakwa eks PPK Kemensos lainnya, Matheus Joko Santoso. Adi dan Joko merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 pada Kemensos.

    Adi positif covid-19 tanpa gejala. Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis meminta Adi diperiksa dengan polymerase chain reaction (PCR) agar hasilnya lebih akurat.

    "Kami sebenarnya hari ini sudah memanggil dia (Adi) ke sini, untuk melakukan PCR tapi hasilnya 1x24 jam," ujar salah satu JPU KPK ketika menjawab Hakim Damis.

    Jaksa menjelaskan Adi positif covid-19 kedua kalinya. Sebelumnya, dia terpapar ketika masih di Kemensos.

    Adi juga telah divaksinasi covid-19 dengan dosis penuh. Hasil tes antigen, kata jaksa, untuk pemenuhan syarat ketika kembali ke rumah tahanan (rutan) usai menjalani sidang.

    "Selama masa pandemi (rutan) mensyaratkan untuk dapat dikembalikan ke rutan harus dalam keadaan negatif (covid-19). Jadi kami biasanya pada waktu istirahat (sidang), kami memanggil petugas untuk melakukan antigen," jelas jaksa.

    (Baca: Saksi Beberkan 3 Cara Juliari Batubara Korupsi Duit Bansos Covid-19)

    Sidang mengagendakan mendengarkan pertanyaan dari penasihat hukum Joko. Sebelumnya, pertanyaan kepada Adi baru sempat ditanyakan oleh tim JPU KPK.

    Penasihat hukum Joko, Tangguh Setiawan Sirait, tak masalah sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi ade charge dari pihak terdakwa. Hal itu bila Adi dinyatakan positif covid-19 lewat tes PCR dan menjalani isolasi mandiri.

    "Kami tidak keberatan apabila dilanjutkan lebih dahulu saksi ade charge dari penasihat hukum terdakwa," ujar Tangguh.

    Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis menyatakan menunda persidangan. Sidang dilanjutkan pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Pada perkara ini Joko dan Adi didakwa bersama-sama mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menerima uang dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19.

    Juliari disebut menerima suap secara bertahap. Fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima Matheus Joko dan Adi. Berikutnya Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id