Kepala BKN Dikonfirmasi Soal Keterangan Berbeda dengan KPK

    Candra Yuri Nuralam - 22 Juni 2021 14:15 WIB
    Kepala BKN Dikonfirmasi Soal Keterangan Berbeda dengan KPK
    Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Bima dikonfirmasi terkait perbedaan keterangan antara BKN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal tes wawasan kebangsaan (TWK).

    "Iya kita ingin konfirmasi (perbedaan keterangan BKN dan KPK). Analisis awal kemudian kita perbandingan lagi dengan keterangan yang berikutnya," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kantor Komnas HAM, Jakarta Selatan, Selasa, 22 Juni 2021.

     



    Nantinya, Komnas HAM akan mendalami keterangan Bima. Keterangan Bima akan dibandingkan dengan keterangan pihak lain yang sudah diperiksa Komnas HAM.

    "Karena keterangan satu sama yang lain belum sinkron. Atau mungkin ada keterangan yang berbeda itu yang sejauh ini ingin kita dalami dari BKN," ujar Taufan.

    (Baca: Wakil Ketua KPK Minta Komnas HAM Belajar Cara Menggali Informasi)

    Komnas HAM juga akan menanyakan sejumlah informasi lain. Namun, Taufan tidak bisa memerinci pertanyaan yang dicecar ke Bima karena pemeriksaan masih berlangsung.

    Sebelumnya, Komnas HAM menyebut ada keterangan berbeda antara KPK dan BKN. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron diperiksa selama lima jam terkait dugaan keganjilan pelaksanaan TWK.

    "BKN sendiri beberapa hari yang lalu sudah kami periksa dan kami mendapatkan sesuatu yang agak berbeda antara standing yang diceritakan kepada kami dan oleh KPK maupun oleh BKN," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Juni 2021.

    Perbedaan keterangan itu terkait dengan substansi pelaksana TWK. Komnas HAM menilai keterangan itu seharusnya tidak berbeda bila KPK dan BKN sejalan.

    "Yang soal substansial yang ini memengaruhi secara besar, kok kenapa ada hasil 75 dan hasil 1.271 (yang dilantik), secara substansial itu ada dan secara teknis itu juga ada," ujar Anam.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id