Suap Anggota DPRD Kalteng Pakai Kode Alquran

Nur Azizah - 11 Januari 2019 16:54 wib
Sidang terdakwa Edy Saputra Suradja - Medcom.id/Nur Azizah.
Sidang terdakwa Edy Saputra Suradja - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Suap buat anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) diketahui menggunakan kode. Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) Edy Saputra Suradja menggunakan kata 'Alquran' saat mengirim uang.   

Edy Saputra diketahui meminta anggota DPRD Kalteng tidak melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalteng. Dia juga meminta agar Komisi B DPRD Kalteng tak memeriksa izin Hak Guna Usaha (HGU), Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPH) dan plasma.

Untuk memenuhi keinginan Edy, ada harga yang harus dipenuhi. Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton mematok harga Rp20 juta untuk 12 anggota. 

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha, Edy siap memenuhi permintaan Komisi B. Hanya saja, dia meminta jaminan tertulis untuk berjaga-jaga.

(Baca juga: Edy Saputra Didakwa Suap Anggota DPRD Kalteng)

"Namun Borak mengatakan, 'Kan kuncinya di saya, kalau saya tidak teken RDP itu mana bisa. Kalau bikin perjanjian tertulis kalau tersebar justru bahaya'," kata Budi menirukan ucapan Borak saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 11 Januari 2018.

Tak lama, Edy meminta anak buahnya, Feredy, membuat internal memo untuk mencairkan uang Rp240 juta. Setelah uang siap, uang tersebut diambil oleh terdakwa lainnya, Willy Agung Adipradhana.

"Willy menyampaikan dirinya telah dapat informasi dari Edy bahwa uang Rp240 juta dengan kata sandi Alquran telah tersedia," ungkap Budi.

(Baca juga: Dalami OTT DPRD Kalteng, KPK Geledah Tiga Lokasi)

Uang tersebut kemudian dibawa menggunakan tas jinjing berwarna hitam. Uang diserahkan kepada dua anggota komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada dan Arisavanah. 

"Uang diserahkan di food court Sarinah Jakarta Pusat," ujar JPU.

Atas perbuatannya, Edy didakwa melanggar Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 21 tentang Perubahan atas Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.