ICW Heran Ihsan Yunus Hilang di Dakwaan Penyuap Juliari

    Candra Yuri Nuralam - 25 Februari 2021 07:48 WIB
    ICW Heran Ihsan Yunus Hilang di Dakwaan Penyuap Juliari
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan hilangnya nama anggota DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Ihsan Yunus dalam pembacaan dakwaan penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Ardian IM dan Harry Sidabuke. Nama Ihsan padahal muncul saat rekonstruksi perkara.

    "Hal ini janggal, sebab, dalam rekonstruksi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nama tersebut sudah muncul," kata peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Kamis, 25 Februari 2021.






    Kurnia mengatakan dalam rekonstruksi Harry menyerahkan uang tunai dan dua sepeda bermerek Brompton ke operator Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara. Nama Agustri ada dalam dakwaan, namun tidak dijelaskan secara rinci.

    "Penuntut umum tidak menjelaskan perihal siapa Agustri Yogasmara yang ada dalam surat dakwaan," ujar Kurnia.

    ICW mempertanyakan alasan KPK 'menghapus' Ihsan Yunus dalam dakwaan itu. ICW harap kasus ini tidak dimainkan KPK.

    "ICW mengingatkan kembali kepada jajaran pimpinan, deputi, maupun direktur di KPK agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum, misalnya melindungi atau menghalang-halangi kerja Penyidik untuk membongkar tuntas perkara ini," tegas Kurnia.

    Baca: Juliari Jadikan Bawahan Pengepul Commitment Fee Rp10 Ribu per Paket Bansos

    Harry dan Ardian didakwa menyuap mantan Mensos Juliari P Batubara dengan total Rp3,2 miliar. Suap itu untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

    Harry dan Ardian didakwa dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id