KPK Diminta Tak Segan Panggil Politikus Terkait Korupsi Bansos

    Candra Yuri Nuralam - 15 Februari 2021 11:55 WIB
    KPK Diminta Tak Segan Panggil Politikus Terkait Korupsi Bansos
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta serius mendalami kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020. Saksi yang mangkir diminta segera dipanggil.

    "Sampai saat ini KPK terlihat enggan memanggil beberapa orang yang diduga memiliki pengetahuan terkait pengadaan bansos. Terutama oknum-oknum politisi yang selama ini santer diberitakan media," kata peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Senin, 15 Februari 2021.






    Kurnia menyebut Lembaga Antikorupsi belum memanggil kembali mantan Wakil Ketua Komisi VIII Ihsan Yunus. Ihsan mangkir saat dipanggil pada 27 Januari 2021.

    Dia mengingatkan independensi KPK dalam penanganan rasuah di Indonesia. Penanganan korupsi jangan tebang pilih.

    (Baca: Nama Politikus PDIP Ihsan Yunus Langsung Muncul di Rekonstruksi Korupsi Bansos)

    "ICW mengingatkan agar jangan sampai ada oknum-oknum di internal KPK, entah itu pimpinan, deputi, ataupun direktur, yang berupaya ingin melokalisir penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan paket sembako di Kementerian Sosial berhenti hanya pada mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara," ujar Kurnia.

    ICW juga meminta Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengawasi kinerja pengawal Lembaga Antikorupsi. Dewas diminta mengawal kasus ini dengan ketat untuk mencegah penyelewengan.

    "ICW meminta kepada Dewan Pengawas untuk mengawasi secara ketat penanganan perkara ini. Jangan sampai ada upaya-upaya sistematis atau intervensi dari internal KPK yang berusaha menggagalkan kerja tim penyidik," tutur Kurnia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id