Dianggap Licik, Terdakwa Kasus Jiwasraya Dihukum Seumur Hidup

    Fachri Audhia Hafiez - 12 Oktober 2020 23:47 WIB
    Dianggap Licik, Terdakwa Kasus Jiwasraya Dihukum Seumur Hidup
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto. Dia terbukti terlibat tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS).

    "Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup," kata ketua majelis hakim Rosmina di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2020.

    Majelis hakim membeberkan hal-hal yang memberatkan hukuman. Hakim menyoroti hubungan Joko dengan eks Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo.

    "Memanfaatkan kedekatannya dengan Hary Prasetyo dengan cara-cara licik dan memengaruhi seolah-olah ingin membantu PT AJS dari kebangkrutan. Namun, mengakibatkan kerugian negara yang semakin besar," ucap Rosmina.

    Selain itu, perbuatan korupsi Joko dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang, yakni 10 tahun dan baru berhenti setelah pergantian direksi. Joko juga memanfaatkan statusnya untuk mempermudah ruang geraknya.

    Kemudian, perbuatan terdakwa dilakukan dengan pengetahuan yang dimilikinya untuk merusak dunia pasar modal. Joko menempatkan transaksi di pasar modal dan perasuransian.  

    "Perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian terhadap masyarakat banyak khususnya pada PT AJS," ujar Rosmina.

    Hal yang meringankan, Joko bersikap sopan dan menjadi kepala keluarga. Namun, terdakwa tidak menyesali perbuatannya.

    "Sehingga sikap sopan dan sebagai kepala keluarga terhapus oleh karena perbuatan yang memberatkan terdakwa," tegas Rosmina.

    Baca: Eks Direktur Utama Jiwasraya Divonis Seumur Hidup

    Joko terbukti melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Dia dianggap terbukti merugikan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS Persero. Perbuatan itu dianggap telah memperkaya para terdakwa dan orang lain.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id