Kepala BPPD Labuhanbatu Utara Jadi Perantara Suap ke Eks Pegawai Kemenkeu

    Fachri Audhia Hafiez - 12 November 2020 19:27 WIB
    Kepala BPPD Labuhanbatu Utara Jadi Perantara Suap ke Eks Pegawai Kemenkeu
    Konferensi pers penetapan serta penahanan tersangka Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga (AS). Dok. YouTube KPK RI
    Jakarta: Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga (AMS), diduga menjadi tangan kanan Bupati Labuhanbatu Utara periode 2016-2021, Khairuddin Syah (KSS) alias Buyung. Agusman kerap menerima perintah dari Khairuddin untuk memberikan uang suap.

    Kasus ini bermula dari pengajuan dana alokasi khusus (DAK) pada APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan total permohonan Rp504,7 miliar. Khairuddin yang berstatus tersangka dalam perkara ini, menugaskan Agusman menemui dua pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat itu untuk memuluskan permohonan dana tersebut.

    Kedua orang itu adalah eks Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Yaya Purnomo, dan mantan Kapala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Kementerian Keuangan, Rifa Surya.

    "Sebagai Bupati menugaskan AMS untuk menemui Yaya dan Rifa di Jakarta guna membahas potensi anggaran pada Kabupaten Labuhanbatu Utara dan meminta bantuan dari untuk pengurusannya," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 12 November 2020.

    Baca: Kepala BPPD Labuhanbatu Utara Tersangka Kasus Korupsi DAK

    Yaya dan Rifa bersedia membantu dengan meminta minta fee 2 persen dari DAK yang diterima. Pada Mei-Agustus 2017, Khairuddin melalui Agusman memberikan uang 200 ribu dolar Singapura kepada Yaya dan Rifa secara bertahap.

    Pada Maret 2018, terdapat permintaan transfer dari Yaya untuk Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2016-2019, Puji Suhartono (PJH). Agusman mentransfer Rp80 juta ke rekening anggota DPR dari PPP periode 2014-2019, Irgan Chairul Mahfiz (ICM). Puji dan Irgan juga berstatus tersangka dalam kasus ini.

    Berikutnya pada April 2018 Yaya, Rifa, dan Agusman bertemu. Agusman diduga menyerahkan uang 90 ribu dolar Singapura dan Rp100 juta dari Khairuddin dalam pertemuan itu.

    Penyerahan uang kembali dilakukan pada 9 April 2018. Agusman menyerahkan Rp500 juta dari Khairuddin kepada Yaya sebagai fee terkait DAK Bidang Kesehatan APBN tahun anggaran 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id