Kompolnas Kutuk Tindakan Kompol Yuni

    Candra Yuri Nuralam - 22 Februari 2021 06:45 WIB
    Kompolnas Kutuk Tindakan Kompol Yuni
    Ketua Pelaksana Harian (Plh) Kompolnas Benny Mamoto. MI/Susanto



    Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengutuk tindakan penyalahgunaan narkoba oleh mantan Kapolsek Astanaanyar Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. Yuni sebagai anggota polisi mestinya mengedukasi masyarakat menghindari narkoba.

    Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mengatakan penyalahgunaan narkoba oleh anggota Polri tidak bisa diampuni. Pasalnya, narkoba sangat berpotensi merusak bangsa.




    "Itu menyangkut kerusakan generasi. Ketika seseorang terkena narkoba yang diserang pertama adalah bagian otak," kata Benny dalam telekonferensi, Minggu, 21 Februari 2021.

    Kerusakan otak akibat narkoba bisa membuat anak Indonesia kalah bersaing. Padahal, anak muda zaman sekarang butuh otak yang jernih untuk bersaing dengan dunia industri yang mengikuti kemajuan teknologi.

    (Baca: Polisi Diminta Usut Pemasok Narkoba Kompol Yuni)

    "Kualitasnya akan turun atau rendah dan tidak bisa bersaing lagi. Maka yang terjadi bencana demografi," tutur dia.

    Benny menilai penyalahgunaan narkoba lebih berbahaya dibandingkan terorisme. Serta lebih berbahaya dari korupsi.

    "Bahwa ketika saya ditanya tiga isu, teror, narkoba dan korupsi, mana yang paling daya rusaknya tinggi, dan paling berbahaya, saya selalu katakan narkoba," ujar Benny.

    Sebelumnya, Polda Jawa Barat menangkap Yuni Purwanti Kusuma Dewi terkait kasus narkoba pada Rabu, 17 Februari 2021. Yuni ditangkap saat pesta sabu dengan 11 anggota Polsek Astanaanyar. Dalam penangkapan itu tujuh gram sabu disita.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id