Densus 88 Terus Bekerja, Masyarakat Diminta Tak Takut

    Wandi Yusuf - 29 Maret 2021 20:57 WIB
    Densus 88 Terus Bekerja, Masyarakat Diminta Tak Takut
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 dipastikan terus bekerja mengusut bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Masyarakat diminta tak takut.

    "Yang jelas pihak keamanan seperti Densus 88 itu tidak pernah berhenti. Ketika kita tidur, mereka bangun. Ketika kita diam, mereka bergerak," kata Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi melalui keterangan tertulis, Senin, 29 Maret 2021.






    Di sisi lain, Islah menyebut sebagian masyarakat antipati terhadap penangkapan terduga teroris. Pasalnya, mereka tidak curiga dengan keseharian pihak yang ditangkap.

    Baca: 4 Terduga Teroris Pakai Istilah Takjil untuk Bahan Peledak

    "Tapi pihak keamanan lebih tahu, intelijennya lebih bergerak," ujarnya.

    Islah meminta masyarakat memercayai penegak hukum. Sebab, Densus 88 berupaya menggagalkan tujuan teroris.

    Dia menyebut tujuan teroris menekan pemerintah dan masyarakat. Teroris ingin pemerintah bertekuk lutut, sehingga mereka bisa menguasai pemerintahan.

    "Apapun tujuan teror mereka itu sebenarnya bukan hanya surga, tapi juga ingin menguasai negara ini, menguasai pemerintahan ini," kata dia.

    Lebih lanjut, Islah mengatakan imbauan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar masyarakat tidak takut menyikapi teror bom sudah tepat. Imbauan itu untuk menguatkan mental masyarakat menyikapi aksi teror.

    Menurut Islah, ada sekitar 400 terduga teroris ditangkap pada 2020. Sementara itu, sekitar 100 teroris ditangkap tahun ini. 

    Islah mengatakan penindakan aparat penegak hukum membuat pelaku teror terpukul. Apalagi jalur pendanaan mereka dalam pengawasan PPATK dan Polri. Cukup menyulitkan karena terorisme tidak bisa lepas dari pendanaan. 

    Ketika transaksi elektronik diendus PPATK, kelompok teroris menggunakan kotak amal untuk mengumpulkan dana. Islah berpendapat, teror bom di Makassar merupakan reaksi teroris terhadap penangkapan-penangkapan dan jalur pendanaan mereka yang terus terjepit.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id