2 Tersangka Unlawful Killing Tak Ditahan

    Siti Yona Hukmana - 06 April 2021 19:06 WIB
    2 Tersangka <i>Unlawful Killing</i> Tak Ditahan
    Kabiro Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, memberi keterangan terkait bom bunuh diri di Makassar di Gedung Mabes Polri, Kamis, 1 April 2021. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Sebanyak dua polisi terlapor kasus unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap empat pengikut Muhammad Rizieq Shihab telah menjadi tersangka. Namun, keduanya tidak ditahan. 

    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebut penahanan kedua tersangka tengah dipertimbangkan. Penentuan ditahan tidaknya tersangka diputuskan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. 






    "Penyidik punya pertimbangan subjektif dan objektif. Nanti penyidik akan mempertimbangkan itu," ungkap Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 6 April 2021. 

    Penyidik menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu usai gelar perkara pada Kamis, 1 April 2021. Namun, status tersangka terhadap salah satu terlapor, EPZ, gugur. Dia meninggal akibat kecelakaan tunggal di Tangerang Selatan pada 3 Januari 2021. 

    Rusdi belum mau membeberkan identitas dua tersangka lainnya. Dia berjanji akan menyampaikan dalam kesempatan lain.  

    Kedua tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Penyidik belum membeberkan ancaman hukuman yang bakal diterima kedua anggota Polda Metro Jaya itu. Berdasarkan penelusuran Medcom.id, pasal memiliki ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

    Baca: 3 Polisi Terlapor Kasus Unlawful Killing Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Ada dua peristiwa yang menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.

    Peristiwa kedua, tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Penembakan dilakukan polisi di dalam mobil saat pengikut Rizieq dibawa menuju Polda Metro Jaya.
     
    Keempatnya disebut melawan hingga mengancam jiwa petugas. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
     
    Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing dari polisi terhadap empat pengikut Rizieq itu. Ahmad meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan guna membuktikan indikasi unlawful killing.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id