comscore

Moeldoko Belum Berniat Damai dengan 2 Peneliti ICW

Siti Yona Hukmana - 12 Oktober 2021 17:41 WIB
Moeldoko Belum Berniat Damai dengan 2 Peneliti ICW
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko diperiksa Bareskrim terkait laporan terhadap peneliti ICW. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko belum berniat berdamai dengan dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayoga dan Miftahul Huda. Kedua peneliti ICW itu dilaporkan buntut tudingan perburuan renten peredaran obat Ivermectin dan ekspor beras. 

"Kita kan melapor. Karena kita yang melapor, tentunya kita enggak ada pemikiran seperti itu (damai)," kata kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Oktober 2021. 
Namun, Otto tidak menutup kemungkinan perdamaian itu terjadi. Polisi bisa saja memediasi antara Moeldoko dan dua peneliti ICW tersebut setelah diperiksa sebagai terlapor. 

"Kita lihat saja nanti bagaimana selanjutnya," ujar Otto. 

Baca: Moeldoko Dicecar 20 Pertanyaan Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik

ICW, kata dia, belum menyampaikan permintaan maaf kepada kliennya setelah tiga kali somasi. ICW hanya mengaku salah atas pernyataan Moeldoko terlibat ekspor beras dalam kapasitas sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indoensia (HKTI) dengan PT Noorpay Nusantara Perkasa. Namun, ICW tidak mencabut pernyataan terkait tudingan perburuan renten Ivermectin.

"Pak Moeldoko kan simpel saja. Dia ingin mengatakan bahwa kalau you merasa tidak punya bukti dan you merasa salah ya cabut saja pernyataannya dan minta maaf selesai saya maafkan. Pak Moeldoko tidak neko-neko," kata dia. 

Menurut Otto, Moeldoko tidak akan melaporkan Egi dan Miftahul ke polisi apabila keduanya meminta maaf. Pelaporan ini disebut terpaksa demi menegakkan kebenaran. 

"Kalau tidak dilaporkan berarti benar dong tuduhan mereka itu. Kami selalu berpendapat bahwa pidana itu adalah upaya terakhir. Dia sampai tiga kali kita ajukan somasi supaya panjang kesempatan untuk mereka minta maaf. Ternyata begitu lama kita tunggu tetap juga tidak bisa berhasil (minta maaf)," ungkap Otto. 

Moeldoko diperiksa sebagai pelapor lebih kurang satu jam. Dia membeberkan kronologi tudingan yang disampaikan dua peneliti ICW kepada penyidik.

Moeldoko melaporkan dua peneliti ICW ke Bareskrim Polri pada 10 September 2021. Laporan Moeldoko diterima dengan Nomor: LP/B/0541/IX/2021/SPKT/Bareskrim Polri. 

Egi dan Miftah diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) jo 27 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id